HOUSTON – Batas kebebasan berbicara di panggung UFC tampaknya benar-benar telah ditemukan dalam sebuah konferensi pers pasca-pertarungan yang kacau di Houston. Sean Strickland, yang baru saja meraih kemenangan atas Anthony Hernandez, dipaksa berhenti bicara setelah serangkaian komentar ofensifnya membuat departemen hubungan masyarakat (PR) UFC kewalahan sepanjang pekan.
CEO UFC, Dana White, sempat membela anak buahnya tersebut dan justru menyalahkan awak media atas jawaban-jawaban kontroversial Strickland. “Ini adalah sebuah mimpi buruk,” aku White setelah kemenangan Strickland pada Sabtu malam. Ia menambahkan dengan nada geram, “Tapi kalian tidak membantu dengan menanyakan hal-hal bodoh kepadanya. Jika kalian tanya hal bodoh, kalian akan dapat jawaban bodoh. ‘Apa pendapatmu tentang Bad Bunny? Apa pendapatmu tentang Super Bowl?’ Pergi sana dari sini. Kalian bercanda?”
Namun, kenyataannya Strickland sering melontarkan opininya sendiri tanpa perlu dipancing, termasuk tuduhan serius terhadap pelatih Jim West terkait hubungannya dengan mantan petarung UFC, Aspen Ladd. “Dapatkah kalian membayangkan menjadi pria berusia 35 tahun, bertemu Aspen Ladd yang manis saat dia masih 14 tahun, lalu berkata, ‘Aku akan menikahinya saat dia berusia 18 tahun,’” ujar Strickland dengan lantang. Ia melanjutkan kemarahannya, “Itulah yang dilakukan Jim West. Jadi saat aku berada di dalam kandang, aku tidak merasa sedang melawan Fluffy (Hernandez). Aku sedang melawan Jim West. Sumpah demi Tuhan.”
Ketegangan mencapai puncaknya saat Strickland mulai melontarkan hinaan rasial yang sangat kasar terhadap juara kelas menengah, Khamzat Chimaev. Tepat saat ia mulai mengeluarkan kata-kata ofensif, pejabat UFC segera mengambil tindakan tegas. “Waktu Anda sudah habis,” ujar seorang ofisial UFC kepada Strickland, yang diikuti dengan tindakan petugas mematikan mikrofonnya secara paksa dan segera mengakhiri sesi wawancara media tersebut.
Insiden ini bukan pertama kalinya Strickland menyerang West secara terbuka; tiga tahun lalu, keduanya bahkan sempat bersitegang di UFC Performance Institute terkait tuduhan serupa. Namun, pemutusan mikrofon secara tiba-tiba kali ini menandakan bahwa organisasi pimpinan Dana White tersebut mulai menarik garis tegas terhadap retorika "Tarzan" yang dianggap sudah terlalu jauh.(*)
Editor : Indra Zakaria