MEXICO CITY – Petarung asal Inggris, Lone'er Kavanagh, baru saja mengukir kemenangan terbesar dalam kariernya setelah berhasil memberikan kejutan besar dengan mengalahkan mantan juara kelas terbang UFC, Brandon Moreno. Bertarung di hadapan ribuan pendukung tuan rumah di Mexico City, Kavanagh dinyatakan menang lewat keputusan juri (unanimous decision) dengan skor 49-46, 48-47, dan 48-47.
Kemenangan ini terasa sangat fenomenal mengingat Kavanagh menerima tantangan ini hanya dalam waktu tiga minggu setelah lawan asli Moreno, Asu Almabayev, menarik diri karena cedera. Meski berstatus sebagai petarung tidak berperingkat, petarung berusia 26 tahun ini tampil sangat dewasa menghadapi Moreno yang saat ini menempati peringkat keenam dunia.
"Saya sudah katakan sebelum pertarungan ini bahwa saya hidup untuk momen-momen legendaris," ujar Kavanagh dengan penuh semangat usai kemenangannya.
Bagi Kavanagh, mengalahkan sosok seperti Moreno bukan sekadar soal naik peringkat, melainkan penghormatan terhadap idolanya.
"Ini adalah momen legendaris. Brandon adalah seorang legenda, dua kali juara dunia. Saya penggemar beratnya. Saya menonton dia sejak saya masih kecil. Bisa bertarung melawannya adalah hal yang luar biasa," tambahnya.
Sepanjang laga, Kavanagh berhasil memegang kendali sejak ronde-ronde awal. Ia terus menekan Moreno dengan rentetan tendangan kaki (leg kicks) yang tajam, bahkan sempat menyulitkan Moreno lewat kombinasi pukulan di pertengahan ronde kedua. Meskipun Moreno sempat mencoba bangkit pada ronde ketiga, Kavanagh tetap tenang dan berhasil mempertahankan keunggulannya dengan menangkis sejumlah upaya bantingan (takedown) dari sang mantan juara.
Hasil ini menjadi kemenangan ke-10 dalam karier profesional Kavanagh dan sekaligus menghapus kenangan buruk atas kekalahan pertamanya melawan Charles Johnson pada Agustus lalu. Sebaliknya, bagi Brandon Moreno, ini merupakan kekalahan keempat dalam enam pertarungan terakhirnya. (*)
Editor : Indra Zakaria