Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Laga Gulat Berujung Tawuran: Bintang UFC Arman Tsarukyan Serang Georgio Poullas Usai Pertandingan

Redaksi Prokal • 2026-03-02 10:15:00

Arman dan Georgio Poullas dan masing-masing pihak baku hantam usai pertandingan.
Arman dan Georgio Poullas dan masing-masing pihak baku hantam usai pertandingan.

LAS VEGAS – Pertandingan gulat gaya bebas yang sangat dinantikan antara bintang UFC, Arman Tsarukyan, melawan pegulat Georgio Poullas di ajang RAF 6 berakhir dengan kekacauan massal. Meski Tsarukyan memenangkan laga dengan skor 5-3, tensi panas di atas matras meledak menjadi baku hantam sesaat setelah peluit akhir berbunyi.

Ketegangan sebenarnya sudah terasa sejak awal laga. Poullas, yang dikenal lewat konten media sosialnya menantang orang asing untuk menjatuhkannya, tampil sangat agresif. Ia berkali-kali mendorong dan menampar Tsarukyan, memicu kemarahan petarung papan atas kelas ringan UFC tersebut.

Situasi mencapai titik didih ketika Tsarukyan, yang merasa muak dengan tindakan tidak sportif lawannya, menjatuhkan Poullas ke lantai dan melancarkan rentetan pukulan (ground and pound). Keributan besar tak terhindarkan setelah kru dari kedua tim menyerbu masuk ke dalam matras. Mantan juara interim UFC, Colby Covington, bahkan harus turun tangan untuk melerai pertikaian tersebut.

Usai insiden memalukan itu, Georgio Poullas langsung mengirimkan pesan provokatif kepada Tsarukyan melalui media sosialnya.

"Saya ingin berterima kasih kepada penggemar. Saya harap kalian terhibur dengan pertandingan malam ini. Sayangnya, saya diserang secara tiba-tiba... Untuk Arman, kau benar-benar pengecut," ujar Poullas ketus.

Tak hanya mencaci, Poullas juga mengeklaim bahwa secara teknis ia adalah pemenang moral karena berhasil melakukan bantingan terhadap atlet kelas dunia sekelas Tsarukyan.

"Ngomong-ngomong, jika kalian menonton pertandingannya, akulah satu-satunya yang berhasil melakukan takedown... Aku tetap juaranya, sayang," tegas Poullas dengan nada menantang.

Pihak penyelenggara RAF belum memberikan pernyataan resmi mengenai sanksi yang akan dijatuhkan kepada kedua atlet tersebut. Namun, aksi baku hantam ini dipastikan mencoreng reputasi pertandingan yang awalnya diproyeksikan sebagai ajang adu teknik gulat tingkat tinggi tersebut. (*)

Editor : Indra Zakaria