DUBLIN – Bintang baru UFC yang tengah naik daun, Ian Machado Garry, kembali melontarkan serangan verbal pedas yang mengguncang jagat MMA. Kali ini, petarung tak terkalahkan asal Irlandia tersebut membidik sang raja pound-for-pound, Islam Makhachev.
Dalam sebuah wawancara terbaru yang memicu kontroversi, Garry mengungkapkan rasa frustrasinya terhadap negosiasi pertarungan yang tampaknya tertahan oleh pihak sang juara kelas ringan tersebut.
"Bayangkan Menjadi Nomor Satu Tapi Butuh Lebih Banyak Waktu"
Garry, yang dikenal dengan kepercayaan dirinya yang meluap-luap, mengklaim bahwa dirinya sudah siap bertempur kapan saja, sementara pihak Islam dianggap sengaja mengulur waktu.
“Saya siap. Dia [Islam] butuh lebih banyak waktu. Bayangkan menjadi petarung nomor 1 di dunia dan membutuhkan LEBIH BANYAK waktu,” ujar Garry dengan nada sinis.
Pernyataan ini langsung viral di media sosial. Garry seolah ingin menelanjangi narasi bahwa status "petarung terbaik dunia" yang disandang Islam tidak sebanding dengan kesiapannya di dalam oktagon. Bagi Garry, seorang juara sejati seharusnya tidak memiliki alasan untuk menunda tantangan.
Tensi yang Kian Memanas
Komentar ini muncul di tengah spekulasi mengenai siapa lawan berikutnya bagi Islam Makhachev. Dengan rekor yang masih bersih dan gaya bertarung yang dinamis, Ian Garry mencoba memaksakan dirinya masuk ke dalam antrean elite, bahkan jika itu berarti harus naik kelas atau menantang sang dominator dari Dagestan tersebut.
Para pengamat menilai ini adalah taktik klasik "Irlandia"—mengikuti jejak Conor McGregor—untuk masuk ke dalam pikiran lawan melalui perang urat syaraf. Namun, pertanyaannya adalah: Apakah Islam akan terpancing, atau justru Garry yang sedang menggali lubangnya sendiri? (*)
Editor : Indra Zakaria