LAS VEGAS — Sorotan tajam kini tertuju pada Presiden UFC, Dana White, saat dunia bela diri campuran bersiap menyambut laga akbar UFC 326 akhir pekan ini. Di tengah antusiasme duel ulang dua legenda, Max Holloway dan Charles Oliveira, sebuah angka kontroversial membayangi Octagon: laporan mengenai bayaran sebesar $15 juta (sekitar Rp235 miliar) yang diberikan White kepada petinju Conor Benn untuk debutnya di bawah bendera Zuffa Boxing.
Langkah White menyuntikkan dana fantastis ke proyek tinjunya tersebut dianggap sebagai tamparan keras bagi para petarung setia UFC. Kontrak Benn—yang secara prestasi belum mencapai level elite global—untuk satu pertarungan melawan Regis Prograis, kabarnya melampaui jauh pendapatan yang pernah diterima bintang-bintang terbesar UFC sepanjang sejarah mereka.
Kekecewaan Para Stalwart UFC
Kesenjangan gaji ini memicu "pemberontakan" kata-kata dari para petarung papan atas. Bintang kelas welter asal Inggris, Michael “Venom” Page, menyatakan kekecewaannya secara terbuka. "Sangat menyedihkan melihat seseorang dibayar sebesar itu oleh orang yang sama yang tidak membayar Anda dengan layak di sisi ini (UFC)," ujarnya. Hal senada juga disuarakan oleh Sean O'Malley dan legenda Demetrious Johnson.
Bahkan Max Holloway, sang pemegang sabuk BMF (Baddest Motherfucker) yang akan menjadi headline di UFC 326, turut angkat bicara. Holloway menekankan pentingnya bagi para petarung untuk bersatu dan memahami nilai jual mereka. Menurutnya, kegagalan negosiasi kolektif selama ini sering kali terjadi karena antar petarung justru saling menjatuhkan harga di hadapan manajemen.
Situasi ini menciptakan atmosfer yang canggung bagi gelaran UFC 326. Max Holloway dan Charles "Do Bronxs" Oliveira adalah dua pilar yang membantu UFC mencapai puncak arus utama (mainstream). Namun, meski menyajikan salah satu laga paling dinanti tahun ini, gabungan bayaran tertinggi sepanjang karier keduanya diperkirakan tidak akan mencapai seperlima dari apa yang dijamin White untuk Conor Benn di atas ring tinju.
Ketegangan ini semakin diperkeruh oleh manuver rival di luar UFC. Hanya sehari setelah pengumuman kontrak Benn, juara kelas berat UFC Tom Aspinall justru muncul dalam peluncuran resmi oleh Matchroom milik Eddie Hearn, yang dianggap sebagai serangan balasan terhadap ekspansi White ke dunia tinju.
Meskipun TKO (perusahaan induk UFC) mengeklaim telah menaikkan bonus petarung dari $50.000 menjadi $100.000 melalui kesepakatan penyiaran baru dengan Paramount, langkah tersebut dinilai hanya "setetes air di tengah samudra" jika dibandingkan dengan anggaran yang dialokasikan White untuk Zuffa Boxing.
Sabtu malam di Las Vegas, Holloway dan Oliveira memiliki kesempatan untuk membuktikan di atas kanvas bahwa nilai mereka jauh melampaui angka-angka di atas kertas. Duel ini bukan sekadar perebutan kejayaan, melainkan panggung pembuktian bagi para atlet MMA untuk menunjukkan bahwa prioritas finansial Dana White saat ini sedang sangat melenceng. (*)
Editor : Indra Zakaria