Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Ilia Topuria vs Justin Gaethje Jadi Main Event UFC White House

Indra Zakaria • 2026-03-09 01:00:00

Ilia Topuria
Ilia Topuria

WASHINGTON DC — Industri olahraga beladiri akan mencatat sejarah baru pada 14 Juni mendatang. UFC secara resmi mengumumkan kartu pertandingan untuk ajang yang belum pernah terjadi sebelumnya: sebuah perhelatan di Gedung Putih. Laga utama akan menyajikan duel unifikasi gelar juara dunia kelas ringan antara sang raja dua divisi, Ilia Topuria, melawan pemegang sabuk interim, Justin Gaethje.

Acara ini dirancang sebagai bagian dari perayaan 250 tahun Amerika Serikat sekaligus bertepatan dengan ulang tahun ke-80 Presiden Donald Trump, yang dikenal sebagai sahabat dekat Presiden UFC, Dana White. Oktagon rencananya akan dibangun di atas South Lawn (Halaman Selatan) Gedung Putih dengan pengamanan super ketat.

Panggung Unifikasi: El Matador vs The Highlight

Ilia Topuria kembali beraksi setelah sempat menepi karena urusan pribadi usai memukul KO Charles Oliveira. Kini, petarung berusia 28 tahun tersebut harus menghadapi tantangan Justin Gaethje yang baru saja tampil dominan saat mengalahkan Paddy Pimblett di UFC 324.

Infografis
Infografis

Gaethje bertekad untuk tidak menjadi "korban legenda" berikutnya dari kekuatan pukulan Topuria, menyusul nama-nama besar seperti Max Holloway dan Alexander Volkanovski yang telah lebih dulu tumbang di tangan sang jawara Georgia-Spanyol tersebut.

Perebutan Takhta Tiga Divisi Alex Pereira

Di laga pendukung utama (co-main event), Alex Pereira yang baru saja melepas sabuk kelas berat ringannya, akan naik ke kelas berat untuk memperebutkan gelar juara interim melawan Ciryl Gane. Jika menang, Pereira akan mencetak sejarah sebagai petarung pertama yang menjuarai tiga divisi berbeda di UFC.

Pemenang laga ini dijadwalkan akan menghadapi juara bertahan Tom Aspinall—yang saat ini masih dalam masa pemulihan cedera mata—untuk penyatuan gelar kelas berat di masa depan. 

Michael Chandler akan berhadapan dengan Mauricio Ruffy.
Michael Chandler akan berhadapan dengan Mauricio Ruffy.

Logistik dan Keamanan Ekstrem

Dana White mengungkapkan bahwa biaya penyelenggaraan ajang ini diperkirakan mencapai $60 juta (sekitar Rp940 miliar), namun ditegaskan tidak akan membebani pembayar pajak. Mengingat lokasi yang sangat sensitif, keamanan akan berada pada level tertinggi. White bahkan sempat mengisyaratkan adanya penembak jitu (snipers) yang akan berjaga di atap Gedung Putih selama acara berlangsung.

Meskipun Michael Chandler dipastikan tampil melawan prospek panas Mauricio Ruffy, nama Conor McGregor secara mengejutkan absen dari daftar kartu pertandingan ini, mengakhiri spekulasi panjang mengenai kepulangannya di Washington DC.

Dengan ribuan penggemar yang diperkirakan akan memadati zona layar lebar di sekitar area Gedung Putih, ajang ini diprediksi akan menjadi tontonan olahraga paling unik dan megah sepanjang tahun 2026.(*)

Editor : Indra Zakaria