PROKAL.CO- Dunia seni bela diri campuran (MMA) kembali diguncang oleh perseteruan panas antara dua pemegang sabuk juara. Rencana duel akbar yang dikabarkan akan digelar di lokasi ikonik, Gedung Putih, berubah menjadi arena saling lempar tudingan pengecut antara Ilia Topuria dan Islam Makhachev.
Perselisihan ini mencuat ke publik setelah kesepakatan pertarungan tersebut dikabarkan kandas di tengah jalan, memicu reaksi keras dari kedua belah pihak.
Tudingan "Pelarian" dari El Matador
Ilia Topuria memulai serangan dengan mengklaim bahwa Islam Makhachev sengaja mencari alasan untuk menghindari bentrokan mereka. Topuria mengungkapkan bahwa awalnya ia sudah siap menerima tawaran melawan Islam begitu UFC memberikan lampu hijau untuk acara di Gedung Putih.
Namun, menurut Topuria, sang juara kelas ringan itu tiba-tiba mengundurkan diri dengan alasan medis tepat sebelum pengumuman resmi dilakukan. "Islam kembali mengajukan alasan, kali ini karena cedera. Saya tahu ini adalah bagian dari taktik negosiasi mereka. Sekali lagi, ada orang lain yang harus membayar atas pelarian Islam," ujar Topuria dengan nada sinis.
Topuria juga tidak segan-segan menyerang manajemen tim lawan, menyebut para manajer mereka sebagai sosok yang "menyebalkan." Ia pun memastikan fokusnya kini beralih sepenuhnya kepada Justin Gaethje yang muncul sebagai lawan pengganti.
Balasan Menohok Makhachev: "Kita Tahu Siapa Pengecutnya"
Tidak butuh waktu lama bagi Islam Makhachev untuk merespons serangan verbal tersebut. Melalui pernyataan balasan yang tak kalah tajam, suksesor Khabib Nurmagomedov ini menuduh balik bahwa Topuria sedang mencoba menutupi ketakutannya dengan retorika di media sosial.
Makhachev menegaskan bahwa dirinya tidak pernah takut menghadapi siapa pun, bahkan menantang pihak Topuria untuk bertarung tanpa bayaran besar sekalipun.
"Kita berdua tahu siapa pengecut sebenarnya di sini. Kau bisa menutupi rasa takutmu dengan cuitan jahat, tapi jangan khawatir, suatu hari kau akan mendapatkan apa yang kau minta," balas Makhachev. Ia juga menyindir manajer Topuria yang dianggap terlalu banyak menuntut nilai kontrak tinggi. "Manajer gendutmu itu tidak perlu meminta miliaran untuk melawanku, kita bisa melakukannya secara gratis," tambahnya. (*)
Editor : Indra Zakaria