Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Ilia Topuria Mau Lawan Islam Makhachev dengan Syarat Bayaran Tinggi

Redaksi Prokal • 2026-03-11 06:00:00

Ilia Topuria
Ilia Topuria

PROKAL.CO- Drama seputar batalnya pertarungan akbar di Gedung Putih kini memasuki babak baru yang semakin memanas setelah manajer Ilia Topuria, Malki Kawa, membocorkan rincian mengejutkan mengenai isi pembicaraan telepon antara kliennya dengan petinggi UFC, Hunter Campbell. Bocoran ini mengungkapkan bahwa tawaran awal dari organisasi sebenarnya melibatkan skenario laga super yang jauh lebih besar dari sekadar perebutan gelar biasa, yang menyeret nama sang juara kelas ringan, Islam Makhachev.

Berdasarkan keterangan Kawa, Campbell memberikan dua pilihan besar kepada sang juara kelas bulu tersebut, yakni menghadapi Islam Makhachev di divisi kelas welter atau melawan Justin Gaethje di kelas ringan. Tanpa ragu, Topuria menyatakan kesiapannya untuk naik dua divisi sekaligus demi menantang Islam di berat 77 kg, sebuah keputusan yang menunjukkan ambisi besarnya untuk mencetak sejarah baru di dunia MMA. Namun, kendala utama yang menghalangi kesepakatan tersebut bukanlah masalah keberanian atau fisik, melainkan nilai kontrak yang dianggap tidak sesuai.

Dalam transkrip percakapan yang dibagikan, Topuria secara tegas menyatakan keinginannya untuk bertanding melawan Islam di kelas welter, namun ia menolak angka yang ditawarkan karena merasa nilai tersebut tidak sebanding dengan risiko dan besarnya laga tersebut. Menanggapi keberatan itu, Campbell sempat berjanji akan menghubungi kembali dalam waktu 20 menit untuk menegosiasikan ulang tawaran finansialnya, namun hingga waktu yang dijanjikan lewat, telepon dari eksekutif UFC itu tidak pernah berdering kembali.

Ketiadaan tindak lanjut dari pihak manajemen UFC ini memperkuat dugaan bahwa negosiasi telah mengalami jalan buntu sejak awal. Hal ini pula yang diyakini menjadi pemicu munculnya alasan cedera dari kubu Islam Makhachev dan penunjukan resmi Justin Gaethje sebagai lawan pengganti bagi Topuria. Munculnya bocoran ini pun kini menggeser fokus perseteruan antara kubu Topuria dan Makhachev, di mana perdebatan bukan lagi hanya soal siapa yang paling berani di dalam oktagon, melainkan soal nilai pasar dan dinamika bisnis yang rumit di balik layar industri pertarungan bebas.(*)

Editor : Indra Zakaria