Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Perang Mulut Memanas: Perseteruan Ilia Topuria vs Islam Makhachev Seret Fisik Para Manajer

Indra Zakaria • 2026-03-11 12:45:00

Ilia dan manajernya serta Islam dan manajernya Ali Abdelaziz.
Ilia dan manajernya serta Islam dan manajernya Ali Abdelaziz.

PROKAL.CO- Tensi antara juara kelas bulu UFC, Ilia Topuria, dan penguasa kelas ringan, Islam Makhachev, kini telah melampaui batas persaingan atletis. Perseteruan ini tidak lagi hanya melibatkan adu teknik di dalam oktagon, melainkan sudah berubah menjadi serangan personal yang menyeret para manajer di balik layar. Kedua petarung papan atas ini mulai melontarkan ejekan tajam yang menyasar penampilan fisik orang-orang di tim manajemen mereka masing-masing.

Ketegangan memuncak saat Ilia Topuria melontarkan pernyataan kontroversial mengenai manajer tim Islam Makhachev. Topuria, yang dikenal dengan gaya bicaranya yang tanpa filter, secara terang-terangan menghina penampilan manajer lawan sebagai upaya untuk memanaskan situasi. "Manajer mereka itu brengsek dan juga sangat jelek," cetus petarung berjuluk El Matador tersebut dalam sebuah wawancara terbaru.

Islam Makhachev tidak tinggal diam melihat timnya diserang. Petarung asal Dagestan ini membalas dengan sindiran tajam yang menyasar manajer Topuria, Malki Kawa. Islam menyoroti tuntutan finansial yang dianggapnya tidak masuk akal sambil menyelipkan ejekan mengenai fisik sang manajer. "Manajer gendutmu itu tidak perlu meminta miliaran hanya untuk melawanku," balas Islam dengan nada dingin.

Ejekan "gendut" dari pihak Islam ternyata memicu reaksi tak terduga dari sang manajer yang bersangkutan. Malki Kawa, yang merasa tuduhan fisik tersebut tidak akurat dengan kondisinya saat ini, merespons melalui media sosial dengan nada heran sekaligus kesal. Kawa mengeklaim bahwa dirinya telah melakukan perubahan gaya hidup signifikan dan menurunkan berat badan dalam jumlah besar. "Sial, aku sudah turun 40 lbs (sekitar 18 kg), kenapa Ali (manajer tim Islam) menyebutku gendut?" ungkap Kawa.

Saling lempar ejekan ini semakin memperkeruh suasana dan menciptakan narasi persaingan yang sangat personal antara kedua kubu. Para penggemar MMA kini melihat perseteruan ini sebagai salah satu drama paling panas tahun ini, di mana batas antara promosi pertarungan dan kebencian pribadi semakin kabur. Seiring dengan manajer yang ikut terseret dalam pusaran konflik, potensi pertemuan antara Topuria dan Makhachev di masa depan diprediksi akan menjadi salah satu laga paling meledak dalam sejarah UFC. (*)

Editor : Indra Zakaria