Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Meski Patahkan Rahang Lawan, Marwan Rahiki Belum Puas: Saya Ingin KO Spektakuler

Indra Zakaria • 2026-03-15 19:58:32

Rahiki kalahkan Hardwick. Harwick mengatakan kepada cornernya bahwa rahangnya patah (foto bawah).
Rahiki kalahkan Hardwick. Harwick mengatakan kepada cornernya bahwa rahangnya patah (foto bawah).

PROKAL.CO- Pertarungan kelas bulu yang mempertemukan Marwan Rahiki melawan Harry Hardwick di UFC Fight Night 269 sejatinya memiliki semua bumbu untuk menjadi duel klasik yang tak terlupakan. Namun, drama di Meta APEX, Las Vegas, tersebut harus berakhir lebih awal sebelum ronde ketiga dimulai.

Sepanjang dua ronde, kedua petarung terlibat dalam aksi jual beli serangan yang sangat intens. Rahiki, yang melakoni debutnya di oktagon, menghujani Hardwick dengan rentetan pukulan berat. Meski Hardwick sempat memberikan perlawanan dan mendaratkan beberapa serangan balasan, kerusakan yang dialaminya ternyata jauh lebih serius dari yang terlihat.

Saat jeda menuju ronde terakhir, Hardwick menginformasikan kepada tim sudutnya bahwa rahangnya telah patah dan ia tidak mampu melanjutkan pertarungan. Wasit pun segera menghentikan laga dan memberikan kemenangan TKO kepada Rahiki. Hasil ini membawa rekor profesional Rahiki menjadi sempurna (8-0), sekaligus menandai debut yang sukses namun terasa "mengganjal" baginya.

Dalam wawancara pasca-pertarungan bersama Michael Bisping, Rahiki menunjukkan sikap yang tak terduga. Alih-alih merayakan kemenangan debutnya dengan penuh sukacita, ia justru mengaku kurang puas dengan hasil tersebut.

"Saya ingin meraih kemenangan dengan cara yang paling bersih," ujar petarung berjuluk "Freaky" tersebut. "Tapi rahang patah, tugas selesai. Sejujurnya, saya sangat menginginkan kemenangan lewat KO yang spektakuler."

Meski gagal mendapatkan momen KO yang ia impikan, daya hancur serangan Rahiki yang sampai mematahkan tulang rahang lawan sudah cukup menjadi pesan peringatan bagi para pesaingnya di kelas bulu. Sementara itu, bagi Hardwick, kekalahan ini menjadi pil pahit yang harus ia terima bersamaan dengan proses pemulihan cedera yang cukup berat.(*)

Editor : Indra Zakaria