Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Khalil Rountree Bongkar Kengerian Latihan Bareng Khamzat Chimaev: Rasanya Menyakitkan

Redaksi Prokal • 2026-03-16 07:00:00

Khalil Rountree dalam sesi latihannya bersama Khamzat Chimaev.
Khalil Rountree dalam sesi latihannya bersama Khamzat Chimaev.

Dunia Mixed Martial Arts (MMA) kembali dikejutkan dengan cerita dari balik layar kamp pelatihan para petarung papan atas. Khalil Rountree, petarung kelas berat ringan UFC yang dikenal dengan serangan striking mematikan, memberikan pengakuan jujur mengenai pengalamannya berlatih tanding dengan fenomena kelas menengah, Khamzat Chimaev.

Dalam sesi latihan yang berlangsung di Training Lab, Rountree mengungkapkan betapa intens dan dominannya gaya bertarung Chimaev. Bagi Rountree, berhadapan dengan atlet berjuluk "Borz" tersebut bukan sekadar latihan fisik biasa, melainkan sebuah ujian mental yang cukup berat.

"Rasanya menyakitkan," aku Rountree secara terbuka. Ia menjelaskan bahwa ada saat-saat di mana ia merasa sangat kesulitan, hingga memaksa dirinya untuk mengevaluasi kembali kemampuan yang ia miliki. "Pasti ada momen-momen yang membuatku rendah hati karena membuatku mempertanyakan beberapa hal yang kukatakan tentang diriku sendiri."

Rountree, yang biasanya tampil penuh percaya diri dengan teknik Muay Thai-nya, merasa bahwa tingkat intensitas yang dibawa Chimaev berada di level yang berbeda. Pengalaman ini sekaligus menjadi pengingat baginya agar tidak cepat puas dengan kondisi fisiknya saat ini.

"Terkadang aku berpikir aku dalam kondisi baik, lalu aku mengikuti latihan seperti ini dan menyadari bahwa aku masih harus menempuh jalan yang panjang. Jadi, ini membuka mataku," tambahnya.

Testimoni dari Rountree ini semakin memperkuat reputasi Khamzat Chimaev sebagai salah satu petarung yang paling ditakuti di pusat pelatihan. Meski berkompetisi di kelas berat yang berbeda, tekanan yang diberikan Chimaev terbukti mampu memberikan perspektif baru bagi petarung sekelas Rountree dalam mempersiapkan langkah selanjutnya di oktagon.(*)

Editor : Indra Zakaria