Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Perang Klaim Berat Badan: Dustin Poirier Sebut Islam Makhachev 'Raksasa' 87 Kg, Sang Juara Membantah!

Indra Zakaria • 2026-03-18 10:00:00

Islam Makhachev
Islam Makhachev

LAS VEGAS – Kontroversi mengenai berat badan asli para petarung di malam pertandingan kembali memanas. Kali ini, Dustin "The Diamond" Poirier melontarkan klaim mengejutkan terkait kondisi fisik Islam Makhachev saat keduanya bentrok di perebutan sabuk juara kelas ringan pada tahun 2024 silam.

Poirier mengungkapkan bahwa ada perbedaan bobot yang sangat signifikan ketika mereka berada di dalam oktagon, meskipun keduanya berhasil melewati timbangan resmi di angka 155 pon (70,3 kg) sehari sebelumnya.

Perbedaan 7 Kilogram di Malam Pertandingan?

Dalam sebuah pernyataan terbaru, Poirier mengklaim bahwa Makhachev melonjak drastis hingga menyentuh angka 192 pon (sekitar 87 kg) saat bel pertandingan berbunyi. Sebagai perbandingan, Poirier mengaku berat badannya sendiri saat itu berada di angka 176 pon (80 kg).

Islam Makhachev
Islam Makhachev

Poirier menggambarkan momen intimidasi fisik yang ia rasakan saat berhadapan langsung di tengah oktagon.

“Islam itu besar sekali. Aku melihat ke seberang dan urat-urat di bahunya terlihat jelas. Aku langsung berpikir, 'Astaga, orang ini besar sekali',” kenang petarung asal Louisiana tersebut.

Jawaban Dingin Islam Makhachev

Klaim Poirier tersebut langsung memicu reaksi dari kubu sang juara. Islam Makhachev, yang dikenal dengan kedisiplinannya, membantah keras tuduhan bahwa dirinya bertarung dengan bobot seberat petarung kelas menengah (middleweight).

Makhachev menegaskan bahwa proses pemulihan berat badannya (rehydration) tidak pernah seekstrem yang dibayangkan orang-orang.

“Berat badan saya tidak pernah lebih dari 176 pon (80 kg), sama sekali,” jawab Makhachev singkat dan tegas untuk mematahkan spekulasi tersebut.

Perdebatan ini menyoroti isu lama di UFC mengenai seberapa banyak berat badan yang bisa dipulihkan seorang petarung dalam waktu 24 jam setelah timbangan resmi. Jika klaim Poirier benar, maka Makhachev melakukan pemulihan sebesar 16 kg dalam sehari—sebuah angka yang fantastis namun sangat berisiko bagi kesehatan.

Namun, jika pernyataan Makhachev yang benar, maka keduanya sebenarnya bertarung dalam bobot yang identik (sama-sama 80 kg), dan kesan "besar" yang dilihat Poirier mungkin hanyalah massa otot yang sangat padat dan definisi otot yang tajam akibat kadar lemak tubuh yang sangat rendah.

Perselisihan angka ini menambah bumbu rivalitas di kelas ringan, di mana kekuatan fisik sering kali menjadi kunci utama dalam dominasi grappling yang diterapkan oleh tim Dagestan. (*)

Editor : Indra Zakaria