Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Drama Tes Hidrasi dan Keberhasilan Menit Akhir Nabil Anane di ONE Championship

Redaksi Prokal • 2026-03-20 09:10:00

Nabil Anane dalam sesi timbang badan resmi.
Nabil Anane dalam sesi timbang badan resmi.

PROKAL.CO– Arena mixed martial arts (MMA) papan atas, ONE Championship, kembali menyuguhkan drama yang tak kalah sengit dari pertarungan di dalam circle, yakni prosedur timbang badan dan tes hidrasi. Sistem yang dirancang untuk melindungi keselamatan atlet ini nyatanya tetap menjadi medan tempur taktis bagi para petarung demi mendapatkan keunggulan ukuran tubuh saat hari pertandingan.

Berbeda dengan organisasi lain, ONE Championship menerapkan kombinasi ketat antara penimbangan berat badan dan tes hidrasi melalui berat jenis urin, dengan batas maksimal $\leq 1,025$. Aturan ini bertujuan memastikan petarung tidak melakukan dehidrasi ekstrem yang membahayakan nyawa. Namun, dalam praktiknya, muncul sebuah fenomena "kucing-kucingan" medis yang kini lazim terjadi.

Banyak petarung tetap melakukan proses dehidrasi keras untuk mengejar angka di timbangan. Siasatnya, mereka baru meminum air di detik-detik terakhir menjelang tes hanya untuk mengencerkan urin agar lolos ambang batas hidrasi, tanpa sempat menambah terlalu banyak berat badan yang bisa membuat mereka gagal di timbangan.

Strategi berisiko tinggi ini dilakukan guna mendorong batas maksimal penurunan berat badan demi mendapatkan size advantage atau keunggulan postur saat bertarung keesokan harinya.Drama ini terlihat jelas dalam proses penimbangan terbaru yang melibatkan petarung muda berbakat, Nabil. Di tengah ketegangan yang menyelimuti area backstage, Nabil berhasil mengeksekusi strategi tersebut dengan presisi yang luar biasa.

Nabil dinyatakan lolos berat badan dan tes hidrasi pada percobaan pertamanya, tepat saat waktu hanya tersisa 3 menit sebelum batas akhir ditutup. Keberhasilan Nabil ini dianggap sebagai "kemenangan pertama" sebelum laga dimulai. Pasalnya, melewati prosedur ini dengan sempurna memungkinkan atlet memiliki waktu pemulihan yang lebih optimal.

Meski sistem hidrasi ini terus menuai perdebatan mengenai efektivitasnya dalam mencegah dehidrasi ekstrem, apa yang ditunjukkan oleh Nabil dan timnya membuktikan bahwa pemahaman teknis terhadap regulasi medis kini menjadi kunci vital dalam kesuksesan seorang petarung profesional di panggung dunia.(*)

Editor : Indra Zakaria