Panggung O2 Arena di London akhir pekan ini dipastikan bakal membara, bukan sekadar menyuguhkan pertarungan papan atas, melainkan juga menjadi penentu arah sabuk juara kelas featherweight UFC. Petarung kebanggaan tuan rumah, Lerone Murphy, menegaskan bahwa duel utamanya melawan Movsar Evloev pada Sabtu (21/3) mendatang adalah tiket mutlak menuju takhta juara.
Bagi Murphy, tidak ada skenario lain yang masuk akal selain pemenang dari laga ini menantang sang pemegang gelar, Alexander Volkanovski. Meski hingga kini UFC belum secara resmi melabeli duel antara peringkat satu dan peringkat tiga dunia ini sebagai laga eliminasi gelar, urgensi dari pertarungan dua jagoan tak terkalahkan ini sulit untuk diabaikan.
Ketegangan di kelas ini pun semakin memanas seiring munculnya klaim dari petarung Brasil, Jean Silva. Petarung peringkat enam itu sesumbar bakal melompati antrean dan segera menandatangani kontrak untuk menghadapi Volkanovski. Namun, Murphy dengan cepat membungkam klaim tersebut, mengingat catatan Silva yang hanya meraih satu kemenangan dari dua laga terakhirnya.
Petarung asal Manchester ini menyadari bahwa di panggung UFC, performa di atas oktagon adalah segalanya. Ia tidak hanya mengincar kemenangan, tetapi sebuah penyelesaian spektakuler yang tidak bisa dibantah oleh manajemen UFC. Murphy bertekad membuat kemenangan di London nanti begitu dominan sehingga pintu menuju perebutan gelar terbuka lebar tanpa alasan untuk menolaknya.
Pertemuan antara Murphy dan Evloev sendiri tergolong sangat langka karena mempertemukan dua rekor sempurna. Murphy datang dengan kepercayaan diri tinggi lewat rekor 18-0, terutama setelah kemenangan KO ikonik melalui serangan sikut berputar saat menghadapi Aaron Pico pada Agustus lalu. Ketangguhan Murphy bahkan sempat diakui oleh Volkanovski yang memprediksinya sebagai lawan potensial berikutnya, sebelum akhirnya sang juara justru dijadwalkan melakoni laga ulang melawan Diego Lopes.
Namun, mengalahkan Movsar Evloev bukanlah perkara mudah. Jagoan asal Rusia ini membawa rekor mentereng 19-0 dan baru saja memberikan pelajaran berharga bagi mantan juara kelas bantam, Aljamain Sterling, pada akhir tahun 2024. Persaingan kian mengerucut karena pesaing lain seperti Jean Silva masih dibayangi kekalahan dari Diego Lopes beberapa bulan lalu.
Kini, seluruh mata tertuju pada London. Jika Murphy atau Evloev mampu mencatatkan kemenangan telak dan menjaga rekor tak terkalahkan mereka tetap suci, maka jalan menuju pertarungan gelar melawan Alexander Volkanovski seharusnya sudah tidak bisa ditunda-tunda lagi. (*)
Editor : Indra Zakaria