Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Sinyal Bahaya di Borgo Panigale: Ducati Akui Tak Bisa Terus "Sembunyi" di Balik Bakat Marc Marquez

Redaksi Prokal • Sabtu, 28 Maret 2026 - 18:45 WIB

Marc Marquez
Marc Marquez

BOLOGNA – Dominasi absolut Ducati di panggung MotoGP mulai menunjukkan retakan serius. Baru berjalan dua seri, tim pabrikan asal Italia ini harus menerima kenyataan pahit bahwa Desmosedici tidak lagi menjadi penguasa tunggal di podium tertinggi. Munculnya Aprilia sebagai kekuatan baru di Thailand dan Brasil membuat petinggi Ducati mulai gerah dan sadar bahwa mereka tidak bisa hanya mengandalkan faktor magis seorang Marc Marquez.

Kebangkitan Aprilia yang dimotori Marco Bezzecchi sukses menyapu bersih kemenangan di Sirkuit Buriram dan Goiania. Puncaknya, di GP Brasil, Aprilia bahkan mengunci posisi satu-dua melalui Bezzecchi dan Jorge Martin, meninggalkan pasukan Ducati yang tampak kepayahan mengejar ritme.

Bukan Sekadar Masalah Fisik Marc

Manajer Tim Ducati, Davide Tardozzi, tidak menutup mata dengan situasi ini. Meski Marc Marquez sempat memberikan secercah harapan lewat kemenangan di sesi sprint Brasil, performanya di balapan utama masih jauh dari target. Marquez terpaksa gagal finis di Thailand akibat pecah ban dan hanya mampu menyentuh garis finis di posisi keempat saat balapan di Goiania.

Tardozzi mengakui bahwa saat ini kondisi fisik pembalap berjuluk The Baby Alien itu memang belum pulih 100 persen pasca-cedera bahu musim lalu. Namun, ia menegaskan bahwa performa motor menjadi masalah yang lebih fundamental.

“Sekarang kami punya Marc yang belum 100 persen secara fisik, tapi itu bukan alasan karena Ducati lain juga tertinggal. Kami tidak bisa selalu mengandalkan bakat Marc untuk menutupi kekurangan kami,” tegas Tardozzi, dikutip dari Motorsport, Sabtu (28/3).

Kegagalan menyaingi kecepatan Aprilia di lintasan utama menjadi tamparan bagi Ducati. Bahkan Fabio Di Giannantonio (VR46 Ducati) yang meraih pole position di Brasil pun harus puas finis di posisi ketiga, mengakui keunggulan telak duo Aprilia.

Kendati demikian, Tardozzi meyakinkan para penggemar bahwa "otak" di balik kesuksesan Ducati, Gigi Dall’Igna, tidak tinggal diam. Sang General Manager dikabarkan telah bekerja ekstra keras sejak musim dingin untuk membedah data dan mencari solusi atas penurunan performa Desmosedici.

“Kami tahu masalahnya dan sedang mencari cara untuk menyelesaikannya. Saya rasa Aprilia akan tetap kompetitif di Austin (akhir pekan ini), tetapi saya yakin Ducati akan lebih dekat,” tambah Tardozzi optimis.

Ujian di Austin dan Jerez

Tantangan berikutnya bagi Ducati akan tersaji di Circuit of the Americas (COTA), Austin, akhir pekan ini. Wilayah tersebut secara historis adalah "kerajaan" Marc Marquez, namun Ducati sadar bahwa rekam jejak bagus tidak cukup untuk membendung Aprilia yang tengah on fire.

“Mereka (Aprilia) juga akan sangat kuat di Jerez, tetapi kami bisa lebih dekat. Seperti semua juara hebat, Marc tidak terpaku pada kondisinya dan terus bekerja keras untuk membawa hasil terbaik bagi tim,” pungkas Tardozzi. (*)

Editor : Indra Zakaria