PROKAL.CO- Perseteruan panas antara dua ikon UFC, Colby Covington dan Jorge Masvidal, ternyata tidak benar-benar tuntas di dalam kurungan besi oktagon. Rivalitas bebuyutan ini kini memasuki babak baru yang lebih pelik di meja hijau, setelah Covington secara resmi melayangkan gugatan hukum terhadap Masvidal menyusul insiden penyerangan brutal di luar sebuah restoran steak di Miami pada tahun 2022 silam.
Dalam dokumen gugatannya, petarung yang menjuluki dirinya "Chaos" tersebut menuntut ganti rugi sebesar $50.000 atau setara dengan Rp 795 juta. Covington mengklaim bahwa Masvidal melakukan serangan mendadak tersebut murni karena ledakan amarah dan rasa malu yang tak terbendung, usai menderita kekalahan telak dalam pertarungan resmi mereka sebelumnya.
Dampak dari penyergapan di area publik tersebut rupanya berimbas serius terhadap kesehatan dan keberlangsungan karier profesional Covington. Ia melaporkan mengalami cedera otak serta cacat fisik yang menghambat aktivitasnya sebagai atlet papan atas. Tidak hanya kerugian fisik, Covington juga merinci kerugian materiil yang cukup mencolok, termasuk kerusakan jam tangan Rolex mewah senilai $15.000 atau sekitar Rp 238 juta yang ia kenakan saat kejadian.
Daftar tuntutan Covington juga mencakup kompensasi atas tagihan medis yang membengkak pasca-insiden, serta kehilangan pendapatan yang signifikan karena dirinya tidak mampu berkompetisi maupun berlatih secara maksimal dalam waktu yang lama. Secara psikologis, ia mengaku trauma akibat serangan pengecut yang merontokkan giginya tersebut.
Insiden ini sendiri bermula saat Masvidal diduga menyergap Covington yang tengah meninggalkan restoran. Pukulan telak yang dilayangkan Masvidal tidak hanya merusak barang pribadi Covington, tetapi juga memicu sengketa hukum yang panjang dan penuh drama. Gugatan ini seolah mempertegas bahwa bagi kedua petarung ini, permusuhan sejati tidak akan pernah selesai hanya dengan bel akhir pertandingan, melainkan terus membara hingga ke ruang sidang.(*)
Editor : Indra Zakaria