PROKAL.CO- Ketegangan antara raja kelas ringan UFC, Islam Makhachev, dan pemegang sabuk kelas bulu, Ilia Topuria, semakin memanas. Makhachev akhirnya buka suara untuk menanggapi berbagai klaim yang dilontarkan Topuria terkait batalnya pertemuan mereka di dalam oktagon.
Petarung asal Dagestan itu menegaskan bahwa dirinya sudah bosan mendengar "cerita bohong" yang disebarkan oleh pihak Topuria. Menurut Makhachev, pihak UFC sebenarnya sudah menyiapkan laga besar tersebut, namun tuntutan finansial dari Topuria menjadi penghalang utama.
"Saya menerima telepon dan menyetujui pertarungan di Gedung Putih. Namun keesokan harinya, saya diberitahu bahwa dia (Topuria) meminta bayaran yang tidak realistis. UFC menolak, dan dia akhirnya mengundurkan diri. Hanya itu saja ceritanya," tegas Makhachev dalam unggahannya di X.
Makhachev juga menambahkan bahwa pengunduran diri Topuria bahkan sudah dibenarkan oleh manajer sang petarung asal Spanyol tersebut. Ia merasa jengah dengan narasi yang terus berubah-ubah setiap kali Topuria melakukan wawancara dengan media.
"Ilia, berhenti bicara. Setiap wawancara yang kau berikan selalu menceritakan kisah yang berbeda. Kau menarik diri, dan kau tahu benar akan hal itu," lanjut suksesor Khabib Nurmagomedov tersebut.
Perseteruan ini bermula saat Topuria kerap sesumbar ingin naik ke kelas ringan untuk menantang Makhachev demi ambisi menjadi juara di dua divisi berbeda. Namun, dengan pengungkapan terbaru dari sisi Makhachev ini, publik kini mulai mempertanyakan keseriusan "El Matador" untuk benar-benar menghadapi tantangan di kelas 155 pon.
Hingga saat ini, pihak Ilia Topuria belum memberikan tanggapan resmi terkait tuduhan permintaan bayaran selangit yang membuat laga tersebut batal terlaksana. (*)
Editor : Indra Zakaria