LAS VEGAS – Perseteruan antara raja kelas bantam UFC, Merab Dvalishvili, dan penantang tangguh Umar Nurmagomedov tampaknya semakin personal. Merab baru-baru ini menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki niat sedikit pun untuk meladeni Umar dalam ajang gulat persahabatan seperti Russian Armwrestling Federation (RAF) atau turnamen grappling lainnya.
Selain alasan regulasi, faktor ketidaksukaan pribadi menjadi alasan utama petarung asal Georgia ini menutup pintu bagi sepupu Khabib Nurmagomedov tersebut.
Merab mengungkapkan bahwa salah satu alasan teknis yang menghalangi pertemuan mereka di luar oktagon adalah aturan internal organisasi. Menurut penjelasannya, pihak manajemen UFC memiliki kebijakan yang membatasi para petarungnya untuk saling berhadapan di ajang olahraga lain demi menjaga eksklusivitas dan keamanan atlet.
"UFC punya aturan bahwa sesama petarung tidak boleh bertanding satu sama lain. Itulah yang dikatakan Danny Ruby kepada saya," ungkap Merab.
Namun, di balik aturan formal tersebut, Merab secara terang-terangan mengakui adanya sentimen pribadi yang mendalam. Ia merasa tidak perlu memberikan "kesenangan" kepada seseorang yang dianggapnya pernah melontarkan kalimat tidak sopan di dunia maya. Merab menyoroti beberapa cuitan di Twitter (X) yang dianggapnya sebagai penghinaan terhadap dirinya. Meskipun Umar sempat membela diri dengan mengatakan bukan ia yang menulis pesan tersebut, Merab tetap menganggap Umar bertanggung jawab penuh atas apa pun yang keluar dari akun resminya.
Bagi petarung berjuluk "The Machine" ini, bertanding di ajang gulat luar UFC seharusnya menjadi kegiatan yang menghibur dan didasari oleh sportivitas. Namun, dengan adanya ketegangan ini, Merab merasa atmosfer pertandingan melawan Umar tidak akan pernah terasa positif.
"Bergulat itu hanya untuk bersenang-senang. Dan untuk bersenang-senang, saya tidak akan pernah mau melakukan pertandingan melawan pria ini karena itu sama sekali tidak menyenangkan bagi saya. Ini nyata," tegas Merab.
Penolakan tegas Merab ini semakin memanaskan tensi di kelas bantam. Jika pertemuan di ajang gulat dianggap "tidak menyenangkan", maka satu-satunya tempat yang tersisa bagi keduanya untuk menyelesaikan perselisihan adalah di dalam oktagon UFC, di mana sabuk juara dunia akan menjadi taruhannya. (*)
Editor : Indra ZakariaSumber : prokal.co