Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Aleksandre Topuria Bongkar Kelemahan Justin Gaethje: "Sangat Rapuh Saat Sedang Menyerang"

Indra Zakaria • Senin, 4 Mei 2026 | 06:00 WIB
Baku hantam Paddy Pimblet versus Justin Gaethje. Justin menang angka atas Paddy dan menjadi juara interim untuk kedua kalinya. (X)
Baku hantam Paddy Pimblet versus Justin Gaethje. Justin menang angka atas Paddy dan menjadi juara interim untuk kedua kalinya. (X)

PROKAL.CO- Analisis tajam datang dari Aleksandre Topuria, saudara kandung juara UFC Ilia Topuria, mengenai gaya bertarung petarung papan atas Justin Gaethje. Dalam sebuah bedah taktik terbaru, Aleksandre menyoroti celah fatal di balik gaya beringas yang selama ini menjadi ciri khas "The Highlight". Menurutnya, meski Gaethje sangat mematikan dalam melepaskan kombinasi serangan saat lawan berdiri statis di depannya, ia justru berada dalam kondisi paling rentan pada momen yang sama.

Aleksandre menggambarkan gaya bertarung Gaethje seperti pedang bermata dua. Di satu sisi, ia adalah penghancur yang efektif jika lawan terpancing meladeni baku hantam secara terbuka. Namun di sisi lain, Gaethje dinilai kurang memiliki pertahanan yang bersih saat sedang melontarkan pukulan. "Justin Gaethje memilih serangannya saat Anda berdiri di depannya. Dia sangat rapuh ketika memukul," ujar Aleksandre saat menganalisis mekanisme serangan sang mantan juara interim tersebut.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa kunci untuk menaklukkan Gaethje adalah dengan pemilihan waktu serangan yang sangat selektif. Aleksandre menilai Gaethje sering kali kehilangan kendali atas pertahanannya sendiri demi bisa mendaratkan serangan keras, sebuah celah yang bisa dimanfaatkan oleh petarung yang memiliki ketenangan tinggi.

"Sangat berbahaya untuk memilih memukulnya saat dia juga sedang memukul. Jadi, Anda harus sangat selektif dengan serangan Anda," tambahnya. Strategi yang disarankan Aleksandre adalah menunggu momen ketika Gaethje mulai melepaskan pukulan, karena pada saat itulah ia dianggap tidak mampu menjaga proteksi diri dengan sempurna. Ia memperingatkan para petarung untuk tetap berpikir jernih dan menjaga perlindungan diri tetap rapat sembari menunggu celah dari serangan Gaethje yang sering kali dianggap "tidak bersih" secara teknis pertahanan. (*)

Editor : Indra Zakaria
#Justin Gaethje