Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Rivalitas Terkelam Kedua Sepanjang Sejarah UFC: Chimaev dan Strickland Resmi Masuk 'Zona Merah' Dana White

Redaksi Prokal • Sabtu, 9 Mei 2026 | 09:00 WIB
Khamzat menendang Sean dalam sesi face off awal.
Khamzat menendang Sean dalam sesi face off awal.

 PROKAL.CO- Perseteruan panas antara Khamzat Chimaev dan Sean Strickland menjelang UFC 328 kini resmi masuk dalam buku sejarah sebagai salah satu rivalitas paling penuh kebencian yang pernah ada. CEO UFC, Dana White, bahkan memberikan pengakuan mengejutkan dengan menempatkan konflik ini di posisi kedua dalam daftar persaingan paling brutal sepanjang masa, tepat di bawah rivalitas legendaris antara Khabib Nurmagomedov dan Conor McGregor. White menegaskan bahwa tingkat kebencian yang ditunjukkan oleh kedua petarung ini telah melampaui batas sportivitas biasa dan menyentuh ranah personal yang sangat dalam.

Menurut White, jika seseorang menyusun daftar lima pertarungan di mana para petarungnya benar-benar saling membenci satu sama lain, maka pertemuan Chimaev dan Strickland adalah pemegang peringkat kedua yang mutlak. Pernyataan ini muncul setelah serangkaian insiden eksplosif yang mewarnai masa promosi pertarungan mereka, mulai dari serangan verbal yang menyerang latar belakang keluarga hingga insiden fisik yang hampir memicu kericuhan massal saat sesi konferensi pers. Ketegangan tersebut bahkan memaksa manajemen UFC untuk menerapkan protokol keamanan ekstra ketat demi menjaga agar kedua petarung tidak saling baku hantam sebelum waktunya.

Intensitas permusuhan ini mengingatkan banyak pihak pada atmosfer mencekam tahun 2018 saat Khabib dan McGregor bertemu. White melihat ada energi gelap yang serupa, di mana rasa hormat sebagai sesama atlet telah hilang sepenuhnya dan digantikan oleh dendam pribadi yang nyata. Ia mengakui bahwa ada kekhawatiran konstan di balik layar setiap kali keduanya berada di ruangan yang sama, yang menunjukkan betapa seriusnya ancaman keamanan yang muncul dari rivalitas ini.

Kini, dengan bayang-bayang sejarah kelam UFC 229 di masa lalu, publik menantikan bagaimana akhir dari drama di UFC 328 nanti. Penempatan posisi kedua oleh Dana White ini bukan sekadar strategi promosi, melainkan peringatan akan betapa berbahayanya emosi yang terlibat dalam laga ini. Dunia MMA kini bersiap menyaksikan apakah perseteruan yang meledak-ledak ini akan dapat diselesaikan secara tuntas di dalam oktagon atau justru menyisakan bara api yang lebih besar setelah bel akhir berbunyi. (*)

Editor : Indra Zakaria
#Khamzat Chimaev #Sean Strickland