Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Pertaruhan Nyawa di Timbangan: Arman Tsarukyan Ungkap Khamzat Chimaev Pangkas 20 Kg Jelang UFC 328

Indra Zakaria • Sabtu, 9 Mei 2026 | 10:00 WIB
Pemotongan berat badan menjadi tantangan berat bagi petarung UFC. Khamzat Chimaev dalam proses pemotongan berat badan.
Pemotongan berat badan menjadi tantangan berat bagi petarung UFC. Khamzat Chimaev dalam proses pemotongan berat badan.
 

PROKAL.CO- Kekhawatiran besar kini menyelimuti jagat MMA setelah petarung papan atas Arman Tsarukyan melontarkan klaim mengejutkan mengenai kondisi fisik Khamzat Chimaev menjelang laga krusialnya di UFC 328. Tsarukyan mengungkapkan bahwa Chimaev harus memangkas berat badan secara ekstrem, yakni sekitar 46 pon atau setara dengan 20 kilogram, demi memenuhi batas berat badan yang ditentukan. Kabar ini langsung memicu perdebatan panas di kalangan pengamat medis dan penggemar, mengingat pengurangan berat badan sebesar itu dalam waktu singkat dianggap sangat berbahaya dan bisa berdampak fatal bagi metabolisme serta daya tahan tubuh seorang atlet.

Dampak dari proses weight cut yang begitu menyiksa ini tentu menimbulkan tanda tanya besar mengenai performa seperti apa yang akan ditampilkan oleh petarung berjuluk "Borz" tersebut saat melangkah ke dalam oktagon besok malam. Banyak pihak meragukan apakah Chimaev masih mampu mempertahankan intensitas gaya bertarungnya yang meledak-ledak jika tubuhnya sudah terkuras habis demi mengalahkan timbangan. "Sederhananya, itu tidak mungkin baik untuk tubuh, dan pertanyaan besarnya adalah bagaimana dia akan bereaksi terhadap hal tersebut serta versi Chimaev mana yang sebenarnya akan kita lihat di pertarungan nanti," ujar Tsarukyan yang menekankan betapa riskan kondisi sang petarung saat ini.

Informasi ini pun seolah menjadi kepingan puzzle yang menjelaskan mengapa belakangan ini Chimaev terus melontarkan wacana untuk berpindah-pindah divisi, bahkan secara mengejutkan sempat menyebut ingin naik hingga ke kelas berat. Kini menjadi jauh lebih jelas bahwa tubuh petarung asal Chechnya tersebut mungkin sudah mencapai batas maksimalnya untuk bertarung di kelas yang lebih ringan. Tantangan sesungguhnya bagi Chimaev bukan lagi sekadar lawan yang berdiri di hadapannya besok malam, melainkan bagaimana ia memulihkan kondisi fisiknya setelah melewati proses penyiksaan tubuh yang luar biasa ekstrem demi sebuah laga bersejarah.

DUGAAN CHEATING DI TIMBANGAN

Dunia MMA mendadak gempar setelah sesi timbang badan resmi untuk perebutan gelar juara diwarnai oleh insiden yang disebut-sebut sebagai salah satu bentuk korupsi paling mencolok dalam sejarah olahraga ini. Khamzat Chimaev, yang menjadi sorotan utama, muncul sebagai salah satu petarung terakhir yang naik ke timbangan, namun proses yang terjadi setelahnya justru memicu amarah dan kecurigaan besar dari para pengamat serta penggemar yang menyaksikan langsung prosesi tersebut.

Kejanggalan bermula ketika Chimaev melangkah ke atas timbangan dan hanya dalam waktu kurang dari tiga detik, petugas komisi atletik langsung berteriak "185" untuk mengesahkan berat badannya. Banyak pihak menyadari bahwa sang petarung bahkan belum benar-benar berdiri dengan stabil di atas alat ukur tersebut, dan jarum atau angka pada timbangan belum sempat berhenti bergerak namun sudah langsung dianggap sah. "Belum pernah saya melihat korupsi yang begitu terang-terangan dalam timbang badan perebutan gelar. Dia bahkan tidak menyentuh timbangan dengan benar, timbangannya pun belum stabil, tapi petugas langsung memberinya berat badan yang diinginkan. Ini gila," ungkap salah satu saksi mata yang geram dengan situasi tersebut.

Keputusan kilat dari pihak komisi ini dianggap sangat tidak wajar, terutama mengingat rumor yang beredar sebelumnya mengenai perjuangan berat Chimaev dalam memangkas berat badannya yang ekstrem. Prosedur standar yang biasanya dilakukan dengan sangat teliti seolah diabaikan begitu saja demi memastikan sang bintang tetap bisa bertarung di laga utama. Kecepatan petugas dalam meneriakkan angka tanpa membiarkan timbangan menetap terlebih dahulu dianggap sebagai upaya sistematis untuk menutupi kegagalan berat badan sang petarung.

Kini, legitimasi laga perebutan gelar besok malam berada di bawah bayang-bayang keraguan besar. Alih-alih membicarakan strategi pertarungan, publik justru menuntut transparansi dan pertanggungjawaban dari pihak komisi atletik atas insiden yang dianggap mencederai sportivitas ini. Skandal timbang badan ini diprediksi akan menjadi catatan kelam yang terus membuntuti perjalanan karier Chimaev, terlepas dari apa pun hasil yang akan diraihnya di dalam oktagon nanti. (*)

Editor : Indra Zakaria
#Khamzat Chimaev