NEWARK – Tensi menjelang UFC 328 mencapai titik didih yang hampir tak terkendali. Konferensi pers yang digelar pada Jumat (8/5/2026) waktu setempat berubah menjadi ajang adu mulut paling brutal tahun ini, mempertemukan juara kelas menengah Sean Strickland dengan sang penantang tak terkalahkan, Khamzat Chimaev.
CEO UFC Dana White bahkan mengakui bahwa perseteruan ini masuk dalam jajaran tiga besar rivalitas paling panas sepanjang 25 tahun kariernya. Petugas keamanan pun disiagakan ekstra ketat untuk mencegah keributan fisik sebelum jadwal pertarungan resmi dimulai.
Suasana memanas saat Chimaev mulai melancarkan serangan mental dengan mengungkit masa lalu kelam ayah Strickland. Tak tinggal diam, Strickland membalas dengan rentetan makian tajam, mulai dari menyebut Chimaev sebagai "pengecut" hingga mengejek sang petarung karena hampir pensiun hanya gara-gara "batuk" (merujuk pada kondisi Chimaev saat terinfeksi Covid-19 beberapa tahun lalu).
"Kau hanya mengalami batuk dan hampir berhenti dari olahraga ini. Kau menyerah," teriak Strickland kepada Chimaev di tengah sorakan penonton di Newark. Chimaev yang tampak emosional terus membalas dengan kalimat kasar yang berulang-ulang, mencoba menegaskan dominasi psikologisnya. Ia bahkan mengklaim bahwa dirinya adalah "ayah" baru bagi Strickland—sebuah metafora yang ia gunakan untuk memposisikan dirinya sebagai mimpi buruk dan sumber trauma baru bagi sang juara.
Puncak ketegangan terjadi saat sesi face-off. Seolah tak sabar menunggu hari pertandingan, Chimaev sempat melayangkan tendangan ke arah Strickland saat mereka berhadapan sangat dekat. Dana White pun harus turun tangan langsung untuk memastikan situasi tidak berubah menjadi tawuran massal di atas panggung.
"Menurut terapisku, aku adalah seorang sosiopat, jadi kenapa aku tidak mau melakukan face-off di sini hari ini?" ujar White dengan nada sarkas, merujuk pada ucapan Strickland pekan lalu yang menyebutnya sosiopat.
Pertarungan ini telah memecahkan rekor minat penonton, dengan jumlah penayangan konferensi pers mencapai delapan kali lipat lebih tinggi dibanding ajang sebelumnya. Kebencian nyata antara kedua petarung ini telah menghidupkan kembali gairah para penggemar MMA yang sempat lesu. Kini, seluruh dunia menantikan apakah mulut besar Strickland atau keganasan Chimaev yang akan terbukti di dalam oktagon nanti. (*)
Editor : Indra Zakaria