NEWARK – Rangkaian acara menuju gelaran bersejarah UFC White House mendadak berubah menjadi panggung teatrikal yang liar. Dalam konferensi pers pembuka di Newark pada Jumat (8/5/2026), juara kelas ringan Ilia Topuria dan petarung kelas berat Josh Hokit hampir terlibat perkelahian fisik di atas panggung dalam sebuah insiden yang dianggap sangat aneh.
Kejadian bermula saat Hokit, yang dikenal dengan gimik-gimiknya yang blak-blakan, mengambil mikrofon dan mulai melontarkan makian ke segala arah. Petarung kelas berat yang dijadwalkan menghadapi Derrick Lewis pada 14 Juni mendatang ini secara terbuka menghina Alex Pereira dan Ilia Topuria dengan kata-kata kasar.
Hokit bahkan sempat mengejek Pereira karena keterbatasan bahasa Inggrisnya dan menyerang kehidupan pribadi Topuria. Tensi memuncak saat Topuria yang merasa gerah langsung berdiri dan melemparkan sesuatu ke arah Hokit, memicu kemarahan petarung raksasa asal Amerika tersebut.
"Dia bisa bahasa Inggris, tapi malah bilang 'Chama'. Persetan denganmu, dasar jalang kecil! Aku adalah pemegang sabuk BMF yang asli, dasar kerdil," teriak Hokit ke arah Topuria sebelum petugas keamanan menyeretnya keluar panggung.
Meski duel antara keduanya mustahil terjadi karena perbedaan kelas berat yang mencolok, insiden ini berhasil mencuri perhatian dari agenda utama konferensi pers. Topuria sendiri dijadwalkan akan mempertahankan gelarnya melawan juara interim 155 pon, Justin Gaethje, di halaman Gedung Putih bulan depan.
Topuria menegaskan bahwa siapa pun lawannya, termasuk petarung cadangan Arman Tsarukyan, hasil akhirnya akan tetap sama. Sang juara begitu percaya diri bisa mengakhiri laga dengan cepat melalui kekuatan pukulannya.
"Satu hal yang aku tahu pasti adalah Gaethje belum pernah melawan orang sepertiku. Aku tidak peduli siapa yang ada di depanku pada 14 Juni nanti. Aku akan menghancurkan rahangnya di menit pertama, entah itu Arman atau Justin," tegas Topuria.
Di sisi lain, Alex "Poatan" Pereira tetap menjadi favorit penggemar saat membicarakan peluangnya mencetak sejarah. Jika berhasil mengalahkan Ciryl Gane dalam perebutan sabuk interim kelas berat, Pereira akan menjadi petarung pertama yang meraih gelar juara di tiga kelas berbeda di UFC.
“Alasan saya berada di sini adalah karena kerja keras yang kami lakukan. Kesempatan meraih sabuk ketiga adalah sejarah. Itu adalah sesuatu yang menginspirasi orang karena saya datang dari kehidupan yang penuh tantangan,” pungkas Pereira. (*)
Editor : Indra Zakaria