NEWARK – Gebrakan kelas terbang (flyweight) akan menjadi salah satu sajian utama di UFC 328 yang digelar di Prudential Center, Sabtu (9/5/2026). Sang juara muda berusia 24 tahun, Joshua Van, akan mempertahankan takhtanya melawan penantang berbakat asal Jepang, Tatsuro Taira, dalam sebuah duel yang disebut-sebut sebagai awal dari era baru divisi 125 pon.
Joshua Van datang dengan ambisi besar untuk membuktikan diri sebagai juara sejati. Meski proses keberhasilannya merebut sabuk dari Alexandre Pantoja sempat memicu perdebatan, rentetan lima kemenangan beruntun yang ia raih menunjukkan kemajuan pesat pada pertahanan gulat serta teknik tinju yang selalu tajam. Namun, Taira bukanlah lawan sembarangan. Petarung asal "Negeri Sakura" ini merupakan ancaman nyata yang baru saja melibas mantan juara Brandon Moreno untuk mengamankan posisi penantang utama.
Mengenai peta kekuatan, Joshua Van yang dikenal dengan julukan "Fearless" merupakan petinju dengan volume pukulan tinggi yang berani bertarung di jarak dekat. Strategi kunci bagi Van adalah memberikan tekanan terus-menerus dan mengincar kaki Taira dengan calf kicks. Van harus mampu memaksa Taira masuk ke dalam duel panjang untuk menguras stamina sang pegulat, mengingat sang juara memiliki keunggulan dalam daya tahan saat memasuki ronde-ronde kejuaraan.
Di sisi lain, Tatsuro Taira memiliki keunggulan fisik yang lebih besar dan kuat untuk ukuran kelas terbang. Ia dikenal sebagai salah satu pemilik kemampuan back-mount terbaik di organisasi saat ini. Senjata utamanya adalah kombinasi 1-2 yang eksplosif diikuti dengan blast double leg takedown. Jika Taira mampu menjatuhkan Van di awal ronde, peluangnya untuk mengakhiri laga lewat kuncian atau submission sangatlah besar.
Berdasarkan bursa taruhan, Tatsuro Taira lebih diunggulkan dengan angka -184 dibandingkan Joshua Van yang berada di posisi +142. Untuk pilihan kemenangan spesifik, Taira via submission berada di angka +300, sementara Van via TKO/KO di angka +340.
Banyak pengamat melihat adanya perbedaan ukuran fisik yang cukup mencolok dalam prediksi pertarungan ini. Taira terlihat jauh lebih kokoh, sementara Van memiliki kerangka tubuh yang lebih ramping. Kesenjangan dalam kemampuan jiu-jitsu juga menjadi faktor krusial yang harus diwaspadai sang juara. Jika Taira mampu belajar dari kekalahan masa lalunya saat melawan Brandon Royval, ia diprediksi akan tampil lebih taktis dalam mengatur napas selama lima ronde penuh.
Apakah kelincahan dan tinju Joshua Van mampu meredam ledakan gulat Tatsuro Taira? Ataukah sabuk juara akan terbang menuju Jepang akhir pekan ini? Yang pasti, Prudential Center akan menjadi saksi lahirnya standar baru dalam kecepatan dan teknik di kelas terbang UFC.
Editor : Indra Zakaria