NEWARK – Di balik segala ketegangan dan adu mulut yang mewarnai masa promosi UFC 328, Sean Strickland menunjukkan sisi ksatria tak lama setelah sabuk juara kembali ke pelukannya. Sang jawara kelas menengah ini memberikan penghormatan setinggi langit kepada Khamzat Chimaev dan latar belakang budayanya sebagai bangsa petarung.
Meski keluar sebagai pemenang, Strickland mengakui bahwa Chimaev adalah lawan paling tangguh yang pernah ia hadapi di dalam oktagon. Dalam sesi konferensi pers, Strickland tidak ragu memuji daya tahan luar biasa yang ditunjukkan oleh "Borz" selama lima ronde peperangan di Newark.
"Bajingan itu tidak mau mundur," ujar Strickland dengan ekspresi kagum. "Aku memukulnya dengan segala yang aku punya, tapi dia terus saja merangsek maju. Benar-benar gila. Dia mungkin telah mematahkan hidungku, tapi itulah yang membuat laga ini luar biasa."
Strickland juga melunakkan retorikanya terhadap latar belakang Chimaev. Ia mengakui bahwa reputasi petarung asal Chechnya sebagai pejuang yang ganas bukanlah sekadar isapan jempol belaka.
"Bangsa Chechnya memiliki petarung-petarung hebat, mereka benar-benar brutal (savage). Dia (Chimaev) adalah seorang pejuang sejati. Aku tahu aku seharusnya bisa memberikan contoh yang lebih baik sebagai seorang atlet, tapi jujur saja, aku hanya berusaha menjual pertarungan ini untuk kalian semua," ungkap Strickland merujuk pada trash talk pedas yang ia lakukan sebelum laga. Kemenangan ini terasa sangat emosional bagi Strickland, mengingat ia kembali menjadi juara setelah sempat kehilangan takhta beberapa tahun silam. Di akhir pernyataannya, ia menyampaikan pesan cinta yang tulus kepada para pendukung setianya.
"Hidungku mungkin patah, tapi aku ingin mengatakannya lagi kepada para penggemarku—aku benar-benar mencintai kalian," tutup Strickland yang disambut gemuruh sorak-sorai.
Momen ini menjadi pengingat bahwa dalam dunia MMA, perseteruan sedalam apa pun biasanya akan berakhir dengan rasa hormat begitu bel akhir berbunyi. Strickland tidak hanya pulang membawa gelar juara, tetapi juga pengakuan atas ketangguhan lawan yang ia kalahkan. Dengan Chimaev yang kini bersiap naik ke kelas berat ringan, pernyataan Strickland ini menjadi penutup yang indah bagi rivalitas mereka di divisi 185 pon. (*)
Editor : Indra Zakaria