Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Bongkar Rahasia Kalahkan Islam Makhachev, Stephen Thompson Beberkan 3 Syarat Mutlak Ini!

Indra Zakaria • Rabu, 27 Mei 2026 | 12:35 WIB
Stephen "Wonderboy" Thompson
Stephen "Wonderboy" Thompson

 
Petarung veteran UFC, Stephen "Wonderboy" Thompson, membagikan analisis mendalam mengenai cara menumbangkan raja kelas ringan (lightweight) yang kini tengah mendominasi, Islam Makhachev. Menurut petarung bergaya karate tersebut, mengalahkan petarung sekelas Makhachev bukanlah perkara mudah dan membutuhkan kombinasi dari tiga komponen taktis yang sangat spesifik.

Thompson menjelaskan bahwa tantangan terbesar saat menghadapi petarung seperti Islam Makhachev atau pendahulunya, Khabib Nurmagomedov, adalah gaya bertarung mereka yang sangat menguras tenaga dan menyiksa secara mental. Mereka adalah tipe petarung yang sengaja dirancang untuk meruntuhkan semangat juang lawan di dalam oktagon.

Oleh karena itu, komponen pertama dan paling utama yang harus dimiliki oleh penantang gelar adalah kebugaran fisik dan mental yang luar biasa. Thompson menekankan pentingnya kesiapan kardio yang berada di level tertinggi.

"Faktor kardio mereka harus benar-benar ada di sana. Mereka harus siap secara mental, fisik, dan emosional untuk menghadapi pertarungan paling melelahkan yang pernah ada, serta memiliki kapasitas kardio untuk itu. Mirip seperti apa yang dilakukan Sean Strickland saat meredam Khamzat Chimaev," ujar Stephen Thompson.

Komponen kedua yang tidak kalah krusial adalah pergerakan atau footwork. Thompson menyebutkan bahwa seorang petarung harus menjadi target yang sangat sulit dipukul dan tidak boleh berdiam diri di satu posisi dalam waktu lama. Jika seorang petarung berdiri diam terlalu lama, maka Makhachev dengan kemampuan gulatnya yang genius dipastikan akan dengan mudah menerkam kaki dan menjatuhkan mereka ke kanvas.

Terakhir, jika Makhachev berhasil memperpendek jarak, pertahanan lini terakhir menjadi penentu. Komponen ketiga ini bertumpu pada kemampuan serangan jarak dekat (close-range striking), khususnya penggunaan serangan lutut dan siku yang mematikan. Taktik ini berguna untuk memberikan "hukuman" atau membuat Makhachev membayar mahal setiap kali ia mencoba merangsek masuk ke area dalam pertahanan.

Dalam analisisnya tersebut, Thompson juga memberikan contoh konkret petarung yang dinilainya memiliki modal pertahanan lini terakhir yang sangat baik. Ia menunjuk bintang baru UFC, Carlos Prates, sebagai sosok yang dinilai sangat lihai dalam memanfaatkan kombinasi serangan siku dan lutut untuk menghalau lawan yang mencoba mengajak bertarung rapat. (*)

Editor : Indra Zakaria
#stephen thomson #Islam Makhachev