YEKATERINBURG – Raja kelas berat ringan Rusia, Dmitry Bivol, kembali menegaskan dominasinya di atas ring setelah sukses mempertahankan tiga sabuk juara dunia versi WBA, IBF, dan WBO dalam laga yang berlangsung di Yekaterinburg, Rusia. Menghadapi Michael Eifert, petinju berusia 35 tahun itu tampil sangat tenang dan impresif, menunjukkan level permainan yang jauh melampaui sang penantang. Keunggulan mutlak Bivol tercermin sepenuhnya pada kartu skor akhir di mana ketiga juri memberikan skor identik 120-107, sebuah angka yang menggambarkan betapa berat sebelahnya jalannya pertarungan sejak bel ronde pertama dibunyikan.
Sepanjang dua belas ronde, Bivol membuktikan statusnya sebagai salah satu juara paling disiplin dan komplet dalam dunia tinju era modern. Melalui kemampuan taktik dan kontrol ring yang presisi, ia mendikte jarak pertarungan hanya dengan mengandalkan pukulan jab yang menjadi senjata andalannya. Setiap kali Eifert mencoba merangsek masuk untuk melepaskan kombinasi, sang juara bertahan mampu membaca pola serangan tersebut dengan cerdas. Dengan pergerakan tubuh yang efisien, Bivol selalu berhasil menghindar sebelum melepaskan serangan balik berupa jab dan hook cepat yang menghujam tajam ke arah kepala maupun badan lawan.
Keunggulan teknik Bivol kian terlihat jelas saat ia mampu menjaga jarak ideal hampir di seluruh durasi laga. Meski Eifert beberapa kali mencoba memotong ruang gerak untuk memaksakan duel jarak dekat, usaha petinju asal Jerman tersebut kerap berujung sia-sia karena kegesitan pergerakan lateral Bivol. Meskipun terus berada di bawah tekanan dan mengalami kesulitan untuk menekan balik secara efektif, Eifert menunjukkan semangat juang dan daya tahan yang luar biasa dengan tetap berdiri tegak hingga ronde terakhir. Namun, perbedaan kualitas teknik, kecepatan, dan kecerdasan bertarung di antara keduanya memang terlihat sangat kontras.
Kemenangan mutlak ini semakin memperkuat posisi Bivol di puncak divisi 175 pon sekaligus mempertajam rekor profesionalnya menjadi 25 kemenangan dengan 12 di antaranya melalui KO. Hasil ini juga memperpanjang reputasinya sebagai petinju dengan kemampuan teknis terbaik yang mampu menetralisasi berbagai gaya bertarung penantang yang berbeda-beda. Di sisi lain, Michael Eifert yang datang dengan modal kekuatan fisik dan disiplin taktik harus rela menerima kekalahan kedua dalam kariernya, sehingga rekornya kini berubah menjadi 13 kemenangan dan dua kali kalah. Penampilan solid Bivol di hadapan publik sendiri ini sekali lagi mengirimkan pesan kuat kepada dunia tinju bahwa takhta kelas berat ringan masih berada dalam genggaman eratnya.(*)
Editor : Indra Zakaria