PROKAL.CO- Kemenangan mudah yang dipetik Gabriel Bonfim dalam laga lima ronde pertamanya ini sekaligus menjadi bukti sahih kematangan taktiknya di atas oktagon. Mengandalkan pukulan jab yang estetis serta hantaman tangan kanan yang destruktif, jagoan berumur 28 tahun tersebut sukses menyapu bersih penilaian ketiga juri dengan skor mutlak 50-45, 50-45, dan 50-45 atas Belal Muhammad.
Kendati berhasil mendominasi total jalannya laga, Bonfim tetap menunjukkan sikap respek yang tinggi dengan memberikan penghormatan khusus kepada sang mantan penguasa divisi seberat 170 pon tersebut sesaat setelah pertarungan usai.
“Dia adalah seorang mantan juara, seperti yang saya katakan sebelumnya, dia telah merintis jalan yang jarang bisa dilalui oleh orang lain, dan ada alasan kuat mengapa dia bisa berada di papan atas. Saya tahu saya tidak mencetak kemenangan finis (stoppage), tetapi saya ingin katakan bahwa strategi kami berjalan lancar. Saya berhasil menetralisir permainannya—dan rencana pertarungan kami berhasil dieksekusi dengan sangat sempurna,” ujar Bonfim dengan penuh kepuasan.
Bagi Bonfim, pembuktian di UFC Vegas 118 ini menjadi ujian kelayakan (litmus test) yang sesungguhnya di panggung elite MMA. Datang dengan modal mentereng berupa empat kemenangan beruntun—termasuk kemenangan impresif atas Randy Brown pada November lalu—rekor bertarungnya kini melesat tajam menjadi 20 kali menang dan hanya 1 kali kalah. Belal Muhammad yang mengantongi rekor karier jauh lebih mentereng diakui sebagai lawan paling kredibel yang pernah dihadapi petarung muda Brasil tersebut sepanjang sejarah karier profesionalnya.
Keunggulan postur tubuh yang terlihat mencolok di dalam oktagon juga berhasil dimanfaatkan dengan cerdas oleh Bonfim untuk mendikte jarak tembak secara konsisten dari awal hingga akhir laga. Ia tidak hanya piawai menemukan ruang kosong untuk melontarkan pukulan telak, tetapi juga sangat lihai menjaga jarak aman agar terhindar dari skema serangan balasan yang coba dibangun oleh Belal.
Dominasi mutlak ini bahkan diwarnai aksi psywar yang cukup menarik di pertengahan ronde ketiga. Sebuah pukulan kanan yang dilepaskan dengan sangat bersih oleh Bonfim menghantam keras rahang Belal hingga membuat pelindung mulutnya terlempar keluar ke atas kanvas, sebuah momen yang langsung disambut tawa kecil dari mulut Bonfim yang merasa puas atas hasil karyanya tersebut.
Seolah tidak ingin berlama-lama merayakan kesuksesan, petarung peringkat 11 ini langsung memanfaatkan momentum emas di atas panggung untuk melempar tantangan terbuka kepada mantan juara kelas welter lainnya yang kini bertengger di jajaran elite divisi.
“Jack Della Maddalena, bersiaplah. Anda adalah lawan saya berikutnya. Saya baru saja menembus posisi lima besar, dan saya ingin tetap aktif bertarung. Itu saja. Anda berikutnya!” seru Bonfim dengan lantang menebar ancaman baru.
Di sudut sebaliknya, jalannya laga murni menjadi mimpi buruk bagi Belal Muhammad yang sebenarnya masih menduduki peringkat nomor 5 kelas welter meski sempat menelan kekalahan beruntun dari Ian Machado Garry dan Della Maddalena. Sepanjang duel sengit yang berlangsung sepenuhnya dalam adu serangan berdiri (striking) tersebut, petarung berusia 37 tahun itu sama sekali tidak mampu menemukan ritme permainannya yang biasa. Hasil minor ini sekaligus menasbihkan sejarah kelam untuk pertama kalinya dalam 31 laga profesional Belal di mana ia harus merasakan pahitnya kalah dalam tiga pertandingan berturut-turut.
Sementara bagi kubu Brasil, lonjakan peringkat yang didapat Bonfim pasca-laga ini memicu harapan baru yang sangat besar secara historis. Sukses menembus jajaran elite penantang gelar juara kelas welter, Bonfim kini berpeluang besar untuk menjadi petarung pertama asal Negeri Samba yang mampu menguasai takhta juara di kelas welter UFC, sebuah divisi yang selama ini belum pernah sekalipun berhasil dimenangi oleh petarung asal Brasil.
Pertarungan sengit di atas oktagon malam itu juga dilengkapi oleh laga pendukung utama (co-main event) yang tidak kalah menegangkan di kelas menengah (middleweight). Petarung berusia 30 tahun, Brendan Allen, sukses memperpanjang rekor manisnya menjadi tiga kemenangan beruntun setelah berhasil memenangi duel ketat lewat keputusan juri mutlak atas Edmen Shahbazyan.
Dalam laga melelahkan yang didominasi oleh baku hantam dalam posisi berdiri tersebut, Allen sukses mempertontonkan kelihaian teknik tinjunya yang menawan untuk mengamankan poin penuh di mata dua juri pada setiap rondenya. Hasil ini otomatis memutus tren positif tiga kemenangan beruntun milik Shahbazyan. Usai laga, Allen yang pada pertarungan sebelumnya sempat menghentikan perlawanan Reinier de Ridder secara terbuka langsung melayangkan permintaan duel ulang (rematch) melawan petarung tangguh, Nassourdine Imavov. (*)
Editor : Indra Zakaria