PROKAL.CO – Psywar menjelang duel akbar UFC Freedom 250 di halaman Gedung Putih kian memanas. Setelah Justin Gaethje menyebut lawannya terjebak omong kosong sendiri, kini giliran sang juara bertahan kelas ringan, Ilia Topuria, yang membalas dengan komentar tak kalah menyengat. Topuria mengklaim bahwa strategi agresif yang direncanakan Gaethje justru akan menjadi tiket emas bagi dirinya untuk mencetak kemenangan KO yang cepat dan mudah.
Topuria saat ini memegang rekor sempurna 17-0 tanpa tersentuh kekalahan. Kepercayaan dirinya melambung tinggi setelah secara spektakuler merobohkan nama-nama besar seperti Alexander Volkanovski, Max Holloway, hingga Charles Oliveira lewat kemenangan KO yang mengerikan.
Sebelumnya, Gaethje sempat melontarkan kritik kepada mantan lawan-lawan Topuria yang dianggapnya terlalu banyak mundur. Sang juara interim menegaskan bahwa dirinya tidak akan melakukan kesalahan yang sama dan siap maju terus menerjang badai, bahkan jika ia harus menerima hantaman keras terlebih dahulu.
Maju Berarti Masuk Perangkap
Mendengar sesumbar tersebut, Topuria justru merasa di atas angin. Petarung berjuluk "El Matador" ini menjelaskan bahwa ia paling mematikan ketika lawannya berani berdiri diam dan meladeni baku hantam dalam jarak dekat. Menurutnya, taktik menekan yang diagung-agungkan Gaethje justru mempermudah pekerjaannya di dalam oktagon.
"Gaya bertarungnya yang selalu menekan ke depan justru membuat tugas saya jauh lebih sederhana," ujar Topuria penuh percaya diri. Topuria menilai keputusan Gaethje untuk bermain terbuka dan agresif sejak menit awal adalah sebuah blunder besar. Baginya, adu jotos di ronde-ronde awal adalah wilayah kekuasaannya, dan ia memprediksi laga ini akan berakhir dengan sangat cepat.
Bukan Topuria namanya jika tidak melempar prediksi yang berani. Sang juara tak terkalahkan ini sangat yakin bahwa skenario Gaethje yang menginginkan "perang total 25 menit" tidak akan pernah menjadi kenyataan. "Jika dia benar-benar terus bergerak maju seperti yang dikatakannya, pertarungan ini akan selesai dalam sekejap. Pertukaran serangan di awal laga sangat menguntungkan gaya bertarung saya," tegas Topuria.
Bentrokan dua ideologi bertarung ini dipastikan akan menjadi sajian utama yang sangat meledak-ledak. Apakah taktik maju pantang mundur milik Gaethje yang akan meruntuhkan rekor tak terkalahkan sang raja, atau justru pukulan counter mematikan Topuria yang kembali memakan korban? Semua jawaban akan tersaji saat keduanya bentrok dalam laga utama UFC White House: Freedom 250 pada Minggu, 14 Juni esok. (*)
Editor : Indra Zakaria