Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Wajah Hancur Lebam dan Alami Kebutaan Sementara, Ilia Topuria Skorsing Medis 180 Hari Pascaduel Brutal Kontra Justin Gaethje

Indra Zakaria • Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:31 WIB
Ilia Topuria dalam perawatan medis.
Ilia Topuria dalam perawatan medis.
 
PROKAL.CO- Panggung UFC Freedom 250 menyisakan duka mendalam bagi Ilia Topuria. Petarung tangguh berdarah Georgia-Spanyol tersebut tidak hanya harus merelakan sabuk juara kelas ringan dan rekor tak terkalahkannya runtuh di tangan Justin Gaethje, tetapi juga harus membawa pulang kerusakan fisik yang sangat fatal pada wajahnya. Akibat cedera mengerikan tersebut, Topuria kini resmi dijatuhi sanksi larangan bertanding medis wajib selama 180 hari.

Keganasan striking dari Justin Gaethje sepanjang laga benar-benar membuat wajah Topuria membengkak parah dari ronde ke ronde. Memasuki ronde keempat, situasi berubah menjadi sangat mencekam ketika Topuria dilaporkan sempat kehilangan penglihatan pada kedua matanya akibat pembengkakan yang terlalu masif. Menyadari keselamatan atletnya terancam, tim sudut Topuria mengambil keputusan bijak dengan melemparkan handuk tepat setelah ronde keempat berakhir. Laga pun dihentikan dengan kemenangan TKO untuk Gaethje, sementara foto-foto wajah Topuria yang lebam dan babak belur langsung viral di media sosial, memperlihatkan betapa mengerikannya intensitas duel malam itu.

Wajah Ilia Topuria yang hancur lebur. Topuria didiagnosis menderita cedera wajah yang sangat serius, termasuk patah tulang hidung serta fraktur non-displaced atau retak tanpa pergeseran pada kedua tulang orbital rongga matanya.
Wajah Ilia Topuria yang hancur lebur. Topuria didiagnosis menderita cedera wajah yang sangat serius, termasuk patah tulang hidung serta fraktur non-displaced atau retak tanpa pergeseran pada kedua tulang orbital rongga matanya.
Berdasarkan pemeriksaan medis mendalam, Topuria didiagnosis menderita cedera wajah yang sangat serius, termasuk patah tulang hidung serta fraktur non-displaced atau retak tanpa pergeseran pada kedua tulang orbital rongga matanya. Beruntung, hasil pemindaian menunjukkan bahwa ia tidak membutuhkan tindakan operasi. Meski begitu, sanksi istirahat selama enam bulan yang diterimanya merupakan durasi maksimal dari Association of Boxing Commissions, ditambah dengan larangan kontak fisik selama 60 hari. Durasi ini menyamai suspensi medis terlama pada kartu pertandingan tersebut yang juga diterima oleh Gaethje, sebuah bukti nyata betapa hancurnya fisik kedua petarung setelah baku hantam.

Sebelum diizinkan kembali berlatih atau menginjakkan kaki di oktagon, Topuria wajib mendapatkan lampu hijau dan izin tertulis dari spesialis bedah mulut dan maksilofasial. Dengan suspensi panjang ini, Topuria dipastikan menyudahi kiprah bertarungnya untuk sisa tahun ini karena tim medis menilai kembali bertarung di akhir tahun 2026 terlalu berisiko. Target realistis bagi Topuria adalah kembali pada awal tahun 2027. Kendati wajahnya hancur dan sabuk juaranya hilang, mentalitas Topuria tetap membaja; ia menyampaikan rasa hormatnya yang tinggi kepada Gaethje namun menegaskan bahwa ia sangat mengincar laga ulang demi menuntaskan urusan mereka yang belum selesai. (*)

Editor : Indra Zakaria
#ilia topuria