ATLANTA — Mantan bintang UFC, Dustin "The Diamond" Poirier, dilaporkan ditangkap oleh pihak kepolisian di Bandara Internasional Hartsfield-Jackson Atlanta setelah terlibat keributan hebat akibat ditolak masuk ke dalam pesawat. Namun, di balik ketegangan tersebut, aksi taktis seorang petugas polisi yang cerdas dalam meredakan situasi justru menjadi sorotan utama.
Peristiwa ini bermula ketika petugas kepolisian Atlanta merespons laporan mengenai adanya penumpang yang mengamuk di depan Gerbang D36 maskapai Delta. Staf maskapai terpaksa menolak Dustin Poirier untuk naik ke pesawat karena kondisinya yang dinilai terlalu mabuk. Keputusan tersebut menyulut amarah sang petarung, yang kemudian mulai berteriak dan melontarkan kata-kata makian kepada para petugas maskapai.
Saat tiba di lokasi kejadian, salah satu petugas polisi yang merespons langsung mengenali wajah pria bertubuh kekar tersebut sebagai Dustin Poirier, sang petarung elite dunia. Menyadari bahwa konfrontasi fisik satu lawan satu dengan seorang mantan juara UFC adalah ide yang sangat buruk bagi keselamatan jiwanya, petugas ini memilih untuk bertindak cerdas. Ia menolak terpancing emosi, menjaga jarak aman, dan segera memanggil personel tambahan untuk meminta bantuan demi menghindari pertarungan sebisanya.
Selama menunggu bantuan tiba, petugas tersebut terus berupaya meredakan situasi lewat komunikasi verbal yang tenang. Tensi sempat kembali memuncak ketika Poirier yang emosional mulai memasang kuda-kuda agresif di hadapan para petugas. Melalui rekaman kamera tubuh kepolisian, Poirier yang tampak menantang akhirnya berseru kepada petugas di lokasi.
"Jika kalian ingin menangkapku, silakan saja lakukan!" ujar Poirier dengan nada tinggi.
Setelah pernyataan tersebut terlontar, petugas yang sudah mendapatkan bantuan personel tambahan langsung bergerak taktis dan berhasil memborgol Poirier tanpa ada kontak fisik atau baku hantam yang berbahaya. Begitu ketegangan mereda dan Poirier mulai menguasai dirinya kembali, ia justru menunjukkan rasa hormat dan menjabat tangan petugas pertama yang meresponsnya. Sembari tersenyum tipis, Poirier secara langsung memuji keputusan taktis sang polisi yang memilih menunggu bantuan ketimbang nekat meladeninya sendirian.
"Kamu polisi yang sangat cerdas. Itu adalah keputusan terbaik yang bisa kamu ambil hari ini," ucap Poirier, mengakui kecerdikan petugas tersebut dalam mengamankan situasi. Poirier kemudian dibawa ke Penjara Clayton County dan didakwa atas pasal mabuk di area publik. Berdasarkan informasi terbaru, ia telah menjalani sidang perdana dan kini telah dibebaskan setelah membayar sejumlah uang jaminan. (*)
Editor : Indra Zakaria