LAS VEGAS – Kekalahan mengejutkan yang dialami oleh juara kelas bulu UFC, Ilia Topuria, terus memicu perbincangan hangat di kalangan petarung dunia. Salah satu yang ikut angkat bicara adalah petarung veteran kelas ringan, Dan Hooker. Menurut Hooker, hasil minor yang didapat Topuria menjadi bukti nyata betapa sulitnya menjaga rekor tak terkalahkan (undefeated) di dunia MMA modern.
Dalam refleksinya, petarung asal Selandia Baru ini justru menunjuk legenda UFC, Khabib Nurmagomedov, sebagai contoh paling cerdas tentang bagaimana seorang petarung harus membaca situasi dan mengetahui momen tepat untuk mundur dari kerasnya dunia oktagon.
Menepis Mitos Alasan Pensiun Sang Elang
Hooker secara blak-blakan menepis anggapan naif sebagian orang yang menilai Khabib pensiun dini hanya karena janji emosional kepada sang ibu setelah ayahnya wafat. Bagi Hooker, keputusan Khabib jauh lebih taktis dan penuh perhitungan daripada sekadar alasan sederhana tersebut. Ia merasa ada pemahaman taktis yang mendalam di balik keputusan besar yang diambil oleh petarung asal Dagestan itu.
“Kamu benar-benar berpikir Khabib tidak bertarung lagi hanya karena ibunya melarangnya? Dia sepenuhnya memahami permainan tarung ini dan segala risiko di dalamnya.” kata Dan Hooker. Hooker menekankan bahwa sebagai petarung level tinggi, Khabib sangat sadar bahwa di dalam oktagon MMA, roda selalu berputar. Tidak ada yang bisa berada di puncak selamanya, dan cepat atau lambat, setiap petarung akan menemui kekalahan jika terus memaksakan diri bertarung melewati masa keemasannya.
Warisan yang Tetap Suci dan Tak Ternoda
Lebih lanjut, Hooker memuji warisan (legacy) yang ditinggalkan oleh petarung berjuluk The Eagle tersebut. Mengakhiri karier dengan rekor sempurna 29-0 adalah pencapaian yang hampir mustahil diulang di era sekarang, dan Khabib memilih keluar saat berada di titik tertingginya.
“Khabib telah membuktikan segala yang perlu dibuktikan. Dia adalah salah satu yang terhebat sepanjang masa (one of the greatest of all time). Dia tahu betul bahwa jika dia terus melanjutkan kariernya di MMA, hasilnya tidak akan selalu tetap sama.” jelasnya.
Refleksi dari Dan Hooker ini menjadi pengingat keras bagi para petarung generasi baru, termasuk Ilia Topuria yang baru saja merasakan pahitnya kekalahan pertama. Di dunia olahraga baku hantam yang kejam ini, mempertahankan status tidak terkalahkan adalah misi yang nyaris mustahil, dan keputusan Khabib Nurmagomedov untuk keluar saat berada di puncak adalah sebuah mahakarya strategi karier yang sesungguhnya. (*)
Editor : Indra Zakaria