PROKAL.CO- Akhir pekan yang semula menjanjikan di Sirkuit Assen harus berakhir antiklimaks bagi pembalap muda andalan Indonesia, Veda Ega Pratama. Menunjukkan taji sejak sesi kualifikasi Moto3 Belanda 2026, pembalap besutan Honda Team Asia tersebut terpaksa gigit jari setelah mengalami kecelakaan tunggal pada lap ketujuh di Tikungan 4. Insiden ini tidak hanya membuatnya gagal membawa pulang poin, tetapi juga memaksa posisinya melorot di papan klasemen sementara.
Kekecewaan mendalam tidak dapat disembunyikan oleh pembalap berusia 17 tahun asal Gunungkidul ini. Padahal, performa motornya sedang berada dalam kondisi puncaknya setelah berhasil menembus Q2 dan mengamankan posisi start ketujuh. Veda mengaku sangat terpukul karena hasil balapan utama hari Minggu kemarin berbanding terbalik dengan sinyal positif yang ia rasakan sepanjang akhir pekan. Baginya, menyia-nyiakan momentum emas saat sudah berada di barisan terdepan adalah sebuah kerugian besar.
Meski demikian, talenta muda yang digadang-gadang bakal merasakan era baru mesin tunggal Yamaha pada musim 2028 ini menolak untuk terpuruk terlalu lama. Veda memilih mengambil hikmah penting dari aspal Assen. Keberhasilannya mengimbangi agresivitas para pembalap top di barisan depan menjadi suntikan modal kepercayaan diri yang berharga. Ia mengakui bahwa kecelakaan tersebut murni karena kesalahannya sendiri dan menjadi alarm bagi dirinya untuk membalap dengan strategi yang lebih cerdas dan taktis di kemudian hari.
Akibat pulang dengan tangan hampa dari Belanda, posisi Veda di klasemen sementara Moto3 2026 terpaksa turun satu peringkat ke urutan ketujuh. Ia digeser oleh pembalap Malaysia, Hakim Danish, yang sukses finis di posisi ke-10 dan kini menyamai perolehan poin Veda di angka 82 poin. Sementara itu, puncak klasemen masih kokoh dikuasai oleh Maximo Quiles dengan raihan dominan 211 poin.
Kini, fokus penuh langsung dialihkan Veda Ega ke seri balapan Moto3 Jerman yang akan digelar di Sirkuit Sachsenring pada 10-12 Juli mendatang. Seri ke-11 ini akan menjadi laga krusial sekaligus penutup paruh pertama musim sebelum kompetisi memasuki jeda musim panas selama empat minggu. Mengantongi kecepatan dan rasa penasaran yang tinggi, Veda berjanji akan bangkit lebih kuat di Sachsenring demi merebut kembali poin-poinnya yang hilang. (*)
Editor : Indra Zakaria