PROKAL.CO, SAMARINDA – Sebanyak 150 pembalap dari berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Timur meramaikan Bhayangkara Road Race Championship 2026 Black List Borneo Round 6 yang digelar di Sirkuit Non Permanen Gelora Kadrie Oening Samarinda pada 11–12 Juli 2026.
Kejuaraan yang digelar dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 tersebut menjadi salah satu ajang bergengsi balap motor di Kalimantan Timur. Selain mempertandingkan berbagai kelas, event ini juga menjadi bagian dari program kerja Pengurus Provinsi Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kalimantan Timur untuk mencari bibit-bibit pembalap potensial.
Ketua Panitia, Ma'aris Ihwanul Haq, mengatakan antusiasme peserta tahun ini cukup tinggi dengan keikutsertaan pembalap dari berbagai daerah di Kalimantan Timur.
"Sampai saat ini jumlah peserta yang terdaftar kurang lebih 150 pembalap. Mereka berasal dari Paser, Penajam Paser Utara, Kutai Kartanegara, Bontang, Berau, Samarinda, dan daerah lainnya di Kalimantan Timur," ujarnya.
Menurut Ma'aris, seluruh peserta merupakan pembalap yang telah terdaftar di IMI dan mengikuti kejuaraan menggunakan Kartu Izin Start (KIS), sehingga kompetisi berlangsung sesuai regulasi balap resmi.
Selain menjadi ajang adu kecepatan, kejuaraan ini juga difokuskan untuk pembinaan pembalap usia dini melalui kelas Mini GP.
"Mini GP non prestasi jadi fokus kami karena memang kelas ini jarang dipertandingkan. Tujuan kami adalah mendidik bibit-bibit muda yang nantinya bisa berkembang menjadi pembalap profesional," katanya.
Panitia membuka dua kelas Mini GP, yakni kelas non prestasi usia 10 tahun ke bawah dan kelas utama Kejurprov Mini GP usia maksimal 12 tahun. Sekitar 17 pembalap mengikuti kelas usia maksimal 12 tahun, sedangkan hampir 20 pembalap berlaga di kelas non prestasi.
Secara keseluruhan, Bhayangkara Road Race Championship 2026 mempertandingkan 20 kelas dengan total sekitar 250 starter. Enam di antaranya merupakan kelas utama Kejuaraan Provinsi (Kejurprov), sementara sisanya merupakan kelas tambahan atau sporting.
Tak hanya menjadi arena kompetisi, kejuaraan ini juga dimanfaatkan sebagai ajang seleksi pembalap yang akan memperkuat daerah masing-masing pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur di Kabupaten Paser.
"Ini juga menjadi ajang seleksi untuk Porprov di Tanah Paser nanti," jelas Ma'aris.
Pada hari pertama, Sabtu (11/7), panitia menggelar sesi kualifikasi untuk menentukan posisi start balapan final sekaligus mempertandingkan tiga kelas final pada sore hari. Seluruh kelas final lainnya akan dilangsungkan pada Minggu (12/7).
Guna memacu semangat para pembalap, panitia menyiapkan hadiah dengan total nilai mencapai ratusan juta rupiah. Hadiah tersebut meliputi satu unit sepeda motor bagi juara umum serta uang pembinaan untuk juara umum pemula dan juara umum non prestasi.(*)
Editor : Indra Zakaria