Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Hanya 52 Detik! Paddy Pimblett Bungkam Kritikus, Bikin Benoît Saint Denis Pingsan di UFC 329

Redaksi Prokal • Senin, 13 Juli 2026 | 06:30 WIB
Paddy sukses mengalahkan Benoit Saint Denis.
Paddy sukses mengalahkan Benoit Saint Denis.

LAS VEGAS — T-Mobile Arena dibuat bergemuruh oleh aksi memukau petarung nyentrik asal Inggris, Paddy Pimblett. Datang ke UFC 329 dengan misi bangkit dari kekalahan pertamanya sejak 2018, petarung berjuluk Paddy the Baddy ini hanya membutuhkan waktu 52 detik di ronde pertama untuk menumbangkan Benoît Saint Denis lewat kuncian mematikan.

Pertandingan kelas ringan (lightweight) ini digadang-gadang bakal berjalan sengit, namun berakhir dengan salah satu penyelesaian paling mengejutkan sepanjang tahun. Saint Denis awalnya mencoba mengambil inisiatif serangan dengan melepaskan tendangan tinggi disusul upaya takedown. Namun, Pimblett dengan cerdik langsung mengantisipasinya dengan ancaman guillotine choke.

Saat pertarungan bawah bergulir, posisi kepala Saint Denis justru masuk ke area jebakan yang fatal. Pimblett tanpa ampun langsung mengunci leher petarung Prancis tersebut dengan teknik D'Arce choke yang sangat rapat hingga membuat Saint Denis tak sadarkan diri di atas kanvas.

Aksi impresif ini resmi tercatat sebagai kemenangan kuncian D'Arce choke tercepat kedua dalam sejarah UFC, hanya berselisih dua detik dari rekor milik Kyle Daukaus (50 detik). Begitu wasit menghentikan laga, Pimblett langsung merayakannya dengan aksi dansa khasnya di atas oktagon yang membuat seisi arena histeris.

"Kuncian terbaik tahun ini (submission of the year), keparat! Saya tahu dia sudah pingsan. Dia langsung tertelungkup mencium kanvas," seru Pimblett dengan gaya bicaranya yang ceplas-ceplos dalam wawancara pasca-laga.

Kemenangan kilat ini menjadi pelampiasan emosional yang sangat melegakan bagi petarung berusia 31 tahun tersebut. Sebelumnya, pada Januari lalu, tren kemenangan beruntun Pimblett sempat patah secara tragis setelah dihajar habis-habisan selama lima ronde oleh Justin Gaethje dalam perebutan sabuk juara interim. Kekalahan itu sempat membuat publik meragukan kapasitas Pimblett untuk bersaing di level elite kelas ringan.

"Semua orang bilang karier saya sudah habis hanya karena saya kalah dari Gaethje. Sekarang lihat? Apa saya sudah habis? Siapa yang mau maju berikutnya? Saya akan habisi Ilia Topuria. Saya siap tanding ulang dengan Justin. Saya juga siap melawan Conor McGregor atau Max Holloway. Saya tidak peduli. Berikan saya siapa saja, dan saya akan hancurkan kepala mereka," tegas Pimblett (24-4) menantang para petarung papan atas.

Pimblett menutup malam kemenangannya di Las Vegas dengan momen emosional, menyanyikan sebuah lagu penghormatan yang ia dedikasikan khusus untuk mendiang mantan bintang Liverpool, Diogo Jota, serta saudaranya, Andres. (*)

Editor : Indra Zakaria
#paddy pimblett #Benoît Saint Denis