LAS VEGAS — Euforia kemenangan kilat 52 detik atas Benoît Saint Denis di UFC 329 tampaknya benar-benar membakar rasa percaya diri Paddy Pimblett. Usai membuktikan diri bahwa kariernya belum habis, petarung nyentrik asal Liverpool ini langsung melempar "bom kata-kata" dan mengejek para petarung papan atas di sisa divisi kelas ringan (lightweight) UFC.
Dalam sesi wawancara terbaru yang penuh dengan tensi tinggi, petarung berjuluk Paddy the Baddy ini memetakan pandangannya terhadap para rival. Menariknya, dari sekian banyak nama besar, hanya Max Holloway—yang baru saja menumbangkan Conor McGregor di acara utama—yang mendapatkan rasa hormat dari dirinya.
"Saya tidak punya apa-apa selain rasa hormat untuk Max (Holloway), dia adalah legenda sejati di olahraga ini," ujar Pimblett dengan nada respek.
Namun, suasana langsung berubah panas ketika Pimblett mulai menyemprot para petarung lainnya, terutama juara kelas bulu yang kerap naik ke kelas ringan, Ilia Topuria, serta penantang utama gelar, Arman Tsarukyan. Pimblett menggunakan kata-kata kasar untuk mencemooh gaya bertarung dan kepribadian mereka.
"Ilia Topuria itu bajingan, Ilia 'no mas' Topuria (Ilia yang menyerah). Dan untuk Arman (Tsarukyan), tetaplah bergulat pakai singletmu, bocah bajingan kecilmu!" seru Pimblett dengan gaya ceplas-ceplosnya yang khas.
Tak berhenti di situ, Pimblett juga menyinggung kekalahan telak lima ronde yang ia derita dari Justin Gaethje pada Januari lalu dengan analogi yang menggelitik sekaligus brutal. Kekalahan itu diakuinya sempat mengguncang pikirannya. "Gaethje seperti menancapkan jempolnya tepat di otakku," tambahnya, menggambarkan betapa kerasnya pukulan yang ia terima dalam laga tersebut.
Dengan kemenangan impresif atas Saint Denis, posisi Pimblett di peringkat kelas ringan dipastikan akan melonjak tajam. Mengingat lidah tajamnya yang kini mulai menyasar para petarung di lingkaran takhta juara, UFC dipastikan memiliki banyak opsi pertarungan besar yang penuh drama untuk The Baddy di masa depan.
Editor : Indra Zakaria