Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Titik Balik Paddy Pimblett di UFC 329: Dari Ambang Pensiun Hingga Terbakar Api Juara Akibat Laga Gaethje vs Topuria

Indra Zakaria • Senin, 13 Juli 2026 | 10:45 WIB
Paddy Pimblett dalam sesi timbang badan.
Paddy Pimblett dalam sesi timbang badan.
 

LAS VEGAS — Di balik kemenangan fantastis 52 detik atas Benoît Saint Denis di UFC 329, Paddy Pimblett ternyata menyimpan rahasia besar yang hampir menyudahi karier bertarungnya. Petarung asal Liverpool ini blak-blakan mengaku bahwa dirinya sempat berencana untuk pensiun dari dunia MMA jika sampai menelan kekalahan dalam laga tersebut.

Bagi petarung berjuluk Paddy the Baddy ini, laga melawan Saint Denis adalah tolok ukur harga mati untuk ambisinya di UFC. Ia sempat percaya bahwa jika dirinya gagal melewati adangan petarung Prancis tersebut, maka impiannya untuk menjadi juara dunia UFC tidak akan pernah terwujud, dan memilih menyudahi kariernya adalah jalan terbaik.

"Saya sempat berpikir jika tidak bisa mengalahkan Benoît Saint Denis, saya tidak akan pernah menjadi juara dunia UFC. Dan jika saya tidak bisa menjadi juara dunia, buat apa saya terus bertarung? Saya siap pensiun," ungkap Pimblett jujur mengenai kondisi mentalnya sebelum laga.

Paddy Pimblett
Paddy Pimblett

Namun, keputusasaan tersebut mendadak sirna hanya beberapa hari menjelang pertarungan. Pemicunya adalah hasil mengejutkan dari laga lain, di mana Justin Gaethje—pria yang sempat menghajar Pimblett pada Januari lalu—sukses menumbangkan sang juara dominan Ilia Topuria.

Melihat bagaimana peta persaingan kelas ringan kembali terbuka dan bagaimana mantan rivalnya tampil luar biasa, mental Pimblett langsung terguncang dalam arti positif. Hasil laga Gaethje vs Topuria itu diakuinya menjadi tamparan keras yang membangkitkan kembali jiwa petarungnya yang sempat redup.

"Melihat Gaethje mengalahkan Ilia Topuria adalah salah satu tendangan terbesar di bokong yang pernah saya alami seumur hidup. Kejadian itu seperti menyalakan api besar di bawah diri saya," tegas Pimblett dengan penuh emosi.

Kebangkitan mental ini terbukti ampuh di atas oktagon. Alih-alih tertekan, Pimblett justru tampil kesetanan dan langsung menghabisi Saint Denis dalam waktu kurang dari satu menit lewat kuncian D'Arce choke.

Kini, setelah melampaui masa kritis dalam kariernya, The Baddy mengirimkan pesan peringatan mengerikan kepada seluruh petarung di kelas ringan. "Sekarang saya siap membunuh siapa saja. Taruh siapa saja di depan saya, dan saya akan menghabisi mereka!" pungkasnya dengan penuh rasa percaya diri. (*)

Editor : Indra Zakaria
#paddy pimblett