LAS VEGAS — Meskipun duel ulang mereka di UFC 329 berakhir lebih cepat akibat cedera lutut yang diderita Conor McGregor, Max Holloway menunjukkan kelasnya sebagai petarung sejati. Usai laga, petarung berjuluk Blessed itu memberikan apresiasi mendalam dan rasa hormat yang luar biasa atas mentalitas bertarung sang rival asal Irlandia tersebut.
Menanggapi spekulasi liar yang beredar mengenai apakah McGregor sudah mengalami cedera sebelum masuk ke oktagon, Holloway menegaskan bahwa hal tersebut justru semakin membuktikan betapa tangguhnya sosok The Notorious. Bagi Holloway, setiap petarung profesional pasti selalu berhadapan dengan risiko cedera dalam kamp pelatihan mereka.
"Setiap petarung pasti akan mengalami cedera sampai saat bertanding. Jika Conor tetap memutuskan bertanding dalam kondisi cedera, itu sudah cukup menunjukkan betapa besarnya dia sebagai seorang pejuang. Makanya, salut buat dia," ujar Holloway dengan nada penuh respek.
Holloway juga menyoroti bagaimana McGregor, yang secara finansial sudah berada di puncak dunia, masih memiliki api kompetisi yang membara di dalam dirinya. Dengan kekayaan melimpah, McGregor sejatinya tidak lagi memiliki alasan finansial untuk mempertaruhkan tubuhnya di dalam oktagon.
"Pria ini punya uang tak terbatas. Dia bisa saja menikmati masa pensiunnya dengan tenang, menemukan Tuhan, memiliki keluarga yang luar biasa, serta memiliki segala hal yang diinginkan oleh siapa pun di dunia ini. Tapi pria ini tetap memilih untuk kembali (bertarung)," tambah Holloway kagum.
Rivalitas di antara keduanya memang kerap diwarnai dengan aksi saling sindir demi mempromosikan pertarungan. Namun, Holloway menegaskan bahwa di balik semua intrik tersebut, ia menaruh respek yang sangat besar kepada mantan juara dua divisi UFC itu.
"Conor adalah pria gila. Kadang saya memang bisa menggodanya, tapi itu adalah bagian dari permainan olahraga ini. Pada akhirnya, dia adalah seekor binatang buas dan saya tidak merasakan apa pun selain rasa hormat dan cinta kepadanya," pungkas Holloway.
Editor : Indra Zakaria