LAS VEGAS – Jagat bersaudara Ultimate Fighting Championship (UFC) resmi menyambut kedatangan salah satu monster baru paling menakutkan di kelas berat. Sang juara gulat Olimpiade, Gable Steveson, sukses menandai debutnya di panggung UFC 329 secara sensasional setelah merobohkan Elisha Ellison lewat kemenangan Knockout (KO) brutal pada ronde pertama.
Datang dengan status sebagai petarung paling diunggulkan dalam bursa taruhan di seluruh kartu pertandingan, Steveson (4-0) hanya membutuhkan waktu 2 menit 31 detik untuk menyudahi perlawanan Ellison lewat kombinasi serangan lutut dan pukulan yang bertubi-tubi.
"Waktu yang akan membuktikan di mana posisi saya berada. Saya adalah atlet yang hebat, saya adalah pribadi yang luar biasa. Saya bisa masuk ke sana dan melakukan hal-hal spesial, seperti yang bisa kalian lihat sendiri. Waktu yang akan menceritakan kisah itu," ujar Gable Steveson dengan penuh percaya diri usai laga.
Jalannya Laga: Sempat Digoyang Sebelum Mengamuk
Kendati berhasil melewati ujian pertamanya di UFC dengan hasil yang mencolok, jalannya laga tidak sepenuhnya mulus bagi Steveson. Elisha Ellison (5-3), meskipun tidak diunggulkan, datang dengan nyali besar untuk bertarung habis-habisan.
Ellison bahkan sempat menggagalkan satu-satunya upaya takedown dari sang juara Olimpiade tersebut dengan sebuah percobaan kuncian leher (choke) dan sempat mendaratkan beberapa pukulan telak ke wajah Steveson. Total ada 14 serangan bersih yang bersarang di tubuh Steveson.
Namun, alih-alih goyah, Steveson justru menelan semua pukulan tersebut dan terus merangsek maju. Ia menunjukkan variasi serangan yang mengejutkan, mulai dari kombinasi tendangan, serangan lutut mematikan dari posisi clinch ke arah kepala dan tubuh, hingga pukulan hook melingkar yang berkecepatan tinggi sebelum akhirnya membuat Ellison terkapar.
Rekam Jejak Mengerikan Calon Penguasa Kelas Berat
Hype besar yang mengiringi nama Steveson terbukti bukan sekadar bualan media. Di usianya yang baru menginjak 26 tahun, ia merupakan salah satu talenta gulat terhebat di eranya. Selain mengoleksi dua gelar juara nasional NCAA Division I, ia paling dikenal dunia saat menggebrak Olimpiade Tokyo 2020 dengan menjadi pegulat gaya bebas termuda dalam divisinya yang berhasil menyabet medali emas di usia 21 tahun.
Transisinya ke dunia MMA pun berjalan sangat mengerikan. Sejak melakoni debut profesionalnya pada September tahun lalu dengan menumbangkan Braden Petersen di ronde pertama, Steveson terus mencatatkan rekor KO kilat di berbagai disiplin. Ia sempat menjajal promosi Dirty Boxing milik Mike Perry dan menang KO dalam waktu 15 detik melawan Billy Swanson pada Oktober, lalu kembali ke MMA dengan mencetak KO 24 detik atas Kevin Hein pada November. Tren monster ini ia lanjutkan di awal tahun 2026 dengan menghentikan Hugo Lezama di Mexico City.
Sebelum memantapkan kariernya di dunia MMA, pria bertubuh kekar ini bahkan sempat mencicipi panggung megah WWE serta bergabung dengan tim NFL, Buffalo Bills.
Menariknya, di balik keganasan performanya di dalam oktagon malam itu, ada sosok legenda hidup UFC, Jon Jones, yang berdiri di sudut ring sebagai mentor utama sekaligus cornerman resmi bagi Steveson. Dengan bimbingan langsung dari sang raja Pound-for-Pound dan modal kemenangan brutal di UFC 329, Steveson kini resmi mengirimkan sinyal bahaya bagi seluruh jajaran kelas berat UFC. (*)
Editor : Indra Zakaria