KONI Kaltim Berharap 64 Cabor Tetap Dipertandingkan di Porprov VIII Paser

Muhamad Yamin • Dipublikasikan Senin, 27 Juli 2026 | 22:16 WIB
 Ketua Harian KONI Kaltim, Nidya Listiyono
Ketua Harian KONI Kaltim, Nidya Listiyono

PROKAL.CO, SAMARINDA – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kalimantan Timur (Kaltim) berharap seluruh 64 cabang olahraga (cabor) yang telah direncanakan dapat dipertandingkan pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Kaltim 2026 di Kabupaten Paser. Hingga kini, jumlah cabor yang akan diperlombakan masih dalam tahap finalisasi bersama Panitia Besar (PB) Porprov.

Ketua Harian KONI Kaltim, Nidya Listiyono atau yang akrab disapa Tio mengatakan pihaknya terus menjalin komunikasi intensif dengan PB Porprov untuk memastikan seluruh cabang olahraga dapat tetap masuk dalam agenda pertandingan.

"Menuju finalisasi terkait jumlah cabor. Komunikasi dengan PB Porprov terus kita lakukan dan awal Agustus nanti kita targetkan sudah ditetapkan," ucapnya saat diwawancarai di Kantor KONI Kaltim, Senin (27/7/2026).

Ia mengakui sempat muncul usulan yang menyebut hanya sekitar 50 cabang olahraga yang akan dipertandingkan, sehingga 14 cabor lainnya terancam tidak masuk dalam Porprov VIII. Namun, menurutnya hal tersebut masih sebatas usulan dan belum menjadi keputusan resmi.

"KONI Kaltim berharap semua, 64 cabang olahraga bisa dipertandingkan. Usulan yang berkembang masih kita pelajari dan rasionalisasi. Kami juga menghormati PB Porprov sebagai tuan rumah penyelenggara," katanya.

Menurut Tio, apabila terdapat kendala ketersediaan venue di Kabupaten Paser, pertandingan beberapa cabang olahraga masih memungkinkan digelar di daerah penyangga di Kaltim.

"Kalaupun venue tidak tersedia, masih ada daerah penyangga yang bisa dimanfaatkan agar seluruh cabang olahraga tetap bisa dipertandingkan," jelasnya.

Ia juga menegaskan KONI Kaltim telah berkomunikasi dengan Ketua Umum KONI Kaltim maupun PB Porprov terkait isu pengurangan cabang olahraga tersebut.

"Harapan kami tetap 64 cabang olahraga. Kalaupun ada nomor-nomor tanding yang yang mohon maaf nih tanda kutip gemuk misalnya atau di luar di luar aturan, ya kita rasionalisasi supaya 14 cabor yang tadi yang isunya tidak dipertandingkan kita berharap semua dipertandingkan," ujarnya.

Tio memastikan keputusan mengenai jumlah cabang olahraga belum final. Proses pembahasan masih berlangsung dan ditargetkan rampung pada awal Agustus.

"Belum final. Awal Agustus nanti baru kita finalisasi. Jadi semua cabor tenang dulu, kami sedang mengupayakan yang terbaik," ucapnya.

Menurutnya, beberapa cabang olahraga yang sempat dikabarkan terancam tidak dipertandingkan justru merupakan cabor yang masuk dalam ajang bergengsi seperti Pekan Olahraga Nasional (PON), SEA Games hingga Olimpiade. Karena itu, KONI Kaltim akan terus melakukan komunikasi agar seluruh cabor tetap mendapat kesempatan bertanding.

Terkait alasan munculnya usulan pengurangan 14 cabang olahraga, Tio menilai hal tersebut kemungkinan dipengaruhi faktor efisiensi anggaran maupun kesiapan venue. Namun ia menegaskan, alasan pasti terkait usulan tersebut merupakan ranah PB Porprov.

"Mungkin pertimbangannya soal anggaran atau venue. Tapi itu masih sebatas usulan. Peran KONI sekarang adalah berkomunikasi dengan PB Porprov agar bisa disinkronkan sehingga seluruh cabang olahraga tetap dapat dipertandingkan di Porprov VIII," pungkasnya. (*)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
KONI kaltim