Dari CFFC ke Octagon UFC: Jalan Bilal Hasan Mewujudkan Mimpi Pertarungan Internasional

Redaksi Prokal • Dipublikasikan Sabtu, 8 Agustus 2026 | 07:09 WIB
Bilal Hasan
Bilal Hasan

PROKAL.CO-  "India, China, dan Amerika Serikat. Hanya tiga negara itu yang punya populasi lebih besar dari Indonesia," ujar Bilal Hasan, membeberkan alasan di balik ambisi besarnya. Bagi petarung berdarah Indonesia-Amerika ini, fakta bahwa negara berpenduduk terbesar keempat di dunia belum memiliki megabintang di arena Ultimate Fighting Championship (UFC) adalah sebuah tanda tanya besar yang siap ia jawab.

Meski belum melangkah ke arena oktagon UFC, petarung tak terkalahkan dengan rekor 8-0 ini sudah merasakan ledakan dukungan dari Tanah Air. Unggahan dan aksinya di arena lokal berhasil menyedot perhatian netizen hingga pengikut Instagram-nya menembus angka 174 ribu orang.

"Saya sangat bersyukur dan merasa berada di posisi yang unik. Kedua orang tua saya asli Indonesia, tetapi negara ini belum benar-benar punya perwakilan di dunia olahraga tarung internasional," ungkap Hasan kepada MMA Junkie. "Dukungan mereka luar biasa dalam membesarkan nama dan merek saya. Saya sudah bilang sejak lama: saya ingin menjadi Manny Pacquiao-nya Indonesia. Saya merasa sedang dalam jalur menuju ke sana, tapi yang terpenting sekarang adalah terus berlatih dan menang."

Petarung berusia 25 tahun ini juga dikenal sangat piawai menghidupkan suasana. Gaya masuk ringnya selalu mencuri perhatian saat ia memadukan topi cowboy, kacamata hitam, dan bendera Merah Putih.

Bilal Hasan
Bilal Hasan

"Topi cowboy itu awalnya karena saya bertarung di North Dakota dan berpikir, 'Persetan, saya pakai gaya cowboy saja.' Tapi saya juga membawa bendera Indonesia," tutur Hasan sambil tertawa. "Ini mewakili latar belakang Asian-American saya. Sisi cowboy adalah Amerika tempat saya lahir, dan bendera Merah Putih tentu saja sisi Indonesia saya. Ini juga cocok dengan julukan saya, The IndoNinja."

Berlatih langsung di bawah naungan legenda kelas terbang dunia, Demetrious "Mighty Mouse" Johnson, Hasan sudah mengantongi tiga kali pertahanan gelar juara di ajang CFFC. Kini, fokus utamanya tertuju pada panggung Dana White’s Contender Series untuk menghadapi petarung India, Mridul Saikia, demi merebut kontrak resmi UFC dan menyusul jejak Jeka Saragih.

"Ajang Contender Series adalah panggung sempurna bagi saya untuk menunjukkan kepada publik Amerika siapa saya sebenarnya. Belum pernah ada orang Indonesia di ajang ini, jadi saya akan menjadi bagian dari sejarah," tegas Hasan penuh percaya diri. "Lawan ini adalah kanvas yang sempurna untuk melukis karya seni saya. Saya merasa lebih baik darinya di mana pun pertarungan ini berjalan. Saya hanya perlu tenang, bersenang-senang, dan menjadi diri sendiri. Kemenangan kanonisasi itu pasti datang."

Bilal Hasan. (IG)
Bilal Hasan. (IG)

Tak berhenti di situ, Hasan menyimpan mimpi yang lebih liar untuk membawa hajatan UFC bertandang langsung ke ibu kota Indonesia. "Dulu itu mimpi yang bahkan tidak berani saya impikan. Tapi UFC tahu apa yang mereka lakukan dan mereka terus berekspansi ke berbagai negara," jelas Hasan. "Tugas saya sekarang adalah pergi ke sana, bertarung habis-habisan, dan memanfaatkan momentum ini." (*)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
Bilal Hasan