Nekat atau Jenius? Alasan Bintang Muda Australia Quillan Salkilld 'Menantang Maut' Lawan Gamrot

Indra Zakaria • Dipublikasikan Minggu, 9 Agustus 2026 | 02:10 WIB
 Quillan Salkilld
Quillan Salkilld

 
PROKAL.CO- Ketika UFC mengumumkan bahwa petarung muda berusia 26 tahun, Quillan Salkilld, akan memimpin laga utama (main event) UFC Fight Night di Meta APEX, Las Vegas, publik MMA sempat dibuat bertanya-tanya. Mengapa seorang bintang masa depan yang baru saja mencetak kemenangan KO spektakuler atas veteran Beneil Dariush di hadapan puluhan ribu pendukungnya di Australia, kini justru diboyong ke arena APEX yang relatif sepi penonton? Lebih nekat lagi, ia disandingkan dengan Mateusz Gamrot, petarung asal Polandia yang dikenal sebagai 'mesin wrestling' mematikan yang siap menghancurkan mimpi petarung muda mana pun.

Jawabannya ternyata mengejutkan, karena Salkilld sendiri yang menginginkan pertarungan ini. "Saya bilang ya, bahkan sebelum manajer saya selesai berbicara," kata Salkilld saat diwawancarai oleh Uncrowned. "Ketika dia menelepon dan memberi tahu pertarungan ini resmi, sebelum dia menyelesaikan kalimatnya saya sudah berteriak ya, ya, ya."

Bagi Salkilld, lokasi pertarungan tidak pernah menjadi masalah. "Di mana saya bertarung tidak membuat saya gentar. Saya hanya menginginkan pertarungan ini dan menjadi main event itu sangat luar biasa. Menjadi main event di APEX itu setara dengan menjadi co-main atau berada di papan atas kartu utama ajang pay-per-view besar, bahkan mungkin lebih baik. Saya jujur lebih memilih ini daripada bertarung di kartu utama pay-per-view biasa," tutur Salkilld dengan antusias.

Kembali ke Las Vegas membawa kenangan tersendiri bagi Salkilld. Terakhir kali ia berlaga di Meta APEX adalah pada ajang Contender Series 2024 saat mengalahkan Gauge Young. Namun sejak saat itu, kariernya melejit bak roket. Dalam lima laga resminya di UFC, ia hanya membutuhkan keputusan juri satu kali. Sisanya, empat pertarungan—termasuk laga terakhirnya melawan Dariush—ia tuntaskan hanya dalam satu ronde.

Sejak melakoni debut kilat dengan meng-KO Anshul Jubli dalam waktu 19 detik, hingga menyungkurkan Nasrat Haqparast lewat walk-off head kick di UFC 321 saat menerima laga hanya dalam pemberitahuan 10 hari, Salkilld membuktikan dirinya sebagai finisher sejati. Di saat petarung muda lain cenderung memilih lawan yang lebih aman untuk mengamankan rekor, Salkilld justru secara terbuka menantang Gamrot. Gamrot sendiri merupakan spesialis grappling yang baru saja melumat Esteban Ribovics dan Ludovit Klein, serta pernah menumbangkan penantang papan atas Arman Tsarukyan.

Salkilld menegaskan alasannya menantang lawan sekelas Gamrot tanpa keraguan. "Maksud saya, saya tidak akan menantang seseorang yang saya anggap mudah. Saya bukan pengecut. Saya menginginkan pertarungan-pertarungan sulit ini. Saya tidak mencari jalan pintas menuju puncak. Saya menginginkan pertarungan yang akan memberikan rasa hormat pada nama saya," tegasnya.

Meski baru 18 bulan berkarier di oktagon UFC dan akan menghadapi ujian terberat dalam kariernya, Salkilld tetap tampil santai. "Saya hanya pergi ke sana dan fokus melakukan bagian saya. Saya pikir saya cukup baik dalam hal itu. Mungkin ini adalah mentalitas orang Australia yang suka tidak serius dalam situasi serius. Jadi saat ada momen-momen bertekanan tinggi seperti ini, saya sangat jago untuk tetap bersikap tenang, tidak terlalu ambil pusing, dan menikmati permainan," jelas Salkilld.

Salkilld juga menyadari bahwa usianya masih sangat muda di dunia pertarungan. "Saya sebenarnya merasa lebih muda dari usia saya yang sekarang. Saya merasa sangat tidak dewasa, terutama dengan humor saya dan cara saya bertindak kadang-kadang, saya merasa sangat kekanak-kanakan. Tetapi untuk semua hal ini, berada di UFC, mendapat sorotan, serta memperoleh kesempatan besar dan momen bertekanan tinggi adalah sesuatu yang selalu saya bayangkan. Ini adalah sesuatu yang selalu saya manifestasikan bahkan sebelum saya mulai berlatih. Saya sudah mempersiapkan diri untuk momen-momen ini selama delapan tahun terakhir, dan sekarang setelah itu menjadi kenyataan, semuanya terasa biasa saja bagi saya," ungkapnya.

Menghadapi Gamrot, Salkilld datang sebagai favorit tipis di bursa taruhan. Bertarung sejauh 9.500 mil dari rumahnya melawan petarung yang siap menguras stamina dan memadamkan semangat lawan tentu bukan tugas mudah. Namun, Salkilld sudah membayangkan skenario sempurna seusai laga. "Ayah saya datang bersama saya, dan dia membawa Rum Bundaberg klasik khas Australia, yang rencananya akan saya buka dan habiskan dalam waktu lima menit setelah mengalahkan Gamrot, sebelum akhirnya pergi ke pusat kota dan membiarkan Las Vegas menyambut saya. Itulah yang saya bayangkan," pungkas Salkilld. (*)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
Mateusz Gamrot Quillan Salkilld