LAS VEGAS — Kemenangan gemilang prospek kelas lightweight, Quillan Salkilld, di panggung utama UFC Vegas 120 tampaknya harus dibayar mahal. Meski sukses mengunci veteran Mateusz Gamrot di ronde pertama, petarung asal Australia tersebut mengungkapkan bahwa ia kemungkinan mengalami cedera lutut saat laga berlangsung.
Salkilld berhasil memaksa Gamrot tap out lewat kuncian rear-naked choke yang ganas, memperpanjang rekor tak terkalahkannya di UFC menjadi 6-0 sekaligus mengantarkannya semakin dekat ke jajaran lima besar kelas lightweight. Namun, momen kemenangan itu diwarnai kabar kurang sedap mengenai kondisi fisiknya.
Berbicara dalam acara pasca-pertarungan UFC on Paramount+, Salkilld membeberkan bahwa potensi cedera tersebut terjadi di awal pertarungan saat Gamrot mencoba melancarkan kuncian kaki (leg lock). "Ada adegan wrestling di awal saat dia memegang pergelangan kaki saya. Pergelangan kaki saya terputar sampai 90 derajat. Karena saya keras kepala dan tidak mau menyerahkan posisi yang buruk, saya memaksakannya," ungkap Salkilld.
"Saat saya memaksakannya, saya mendengar sedikit bunyi pop. Bahkan saat saya melancarkan kuncian rear-naked choke, saya bisa merasakannya. Saya berpikir, jika saya tidak mendapatkan kuncian ini sekarang, lutut saya akan sangat sakit di ronde kedua atau ketiga. Sekarang lutut saya terasa agak nyeri."
Sebelum merencanakan langkah berikutnya di dalam octagon, Salkilld akan terlebih dahulu menjalani pemeriksaan medis untuk mengetahui seberapa parah kerusakan pada lututnya. Meski begitu, ia mengaku tetap optimis dan berharap cederanya tidak terlampau serius. Petarung berjuluk "Wolverine" ini bahkan sudah membidik panggung impian berikutnya: UFC 334 yang dijadwalkan berlangsung di Madison Square Garden (MSG), New York, pada bulan November mendatang.
"Saya seperti Wolverine, apa pun cederanya, saya akan pulih dengan cepat. Pertarungan impian saya adalah di Madison Square Garden, New York. Semoga saja saya bisa dijadwalkan di kartu pertarungan itu," tegasnya.
Salkilld juga mengutarakan ketertarikannya untuk menjajal kekuatan petarung papan atas asal Prancis, Benoit Saint Denis, di MSG. Jika hasil pemeriksaan medisnya memberikan lampu hijau, duel antara kedua petarung elit internasional ini berpotensi menjadi salah satu laga paling panas di kelas 155 pon akhir tahun ini. (*)
Editor : Indra ZakariaSumber : prokal.co