PROKAL.CO– Ketegangan hebat mewarnai sesi konferensi pers UFC 331 yang berlangsung Sabtu (15/8). Juara bertahan kelas terbang (flyweight), Joshua Van, terlibat perang urat saraf sengit dengan mantan pemegang sabuk juara, Alexandre Pantoja. Duel verbal yang makin tak terkendali tersebut bahkan nyaris memicu bentrok fisik di atas panggung menjelang laga rematch mereka pada 19 September mendatang di Crypto.com Arena, Los Angeles.
Api perselisihan tersulut ketika Van menyikapi kemenangan pertamanya atas Pantoja. Petarung asal Myanmar itu menolak anggapan bahwa keberhasilannya merebut gelar juara hanyalah faktor keberuntungan akibat cedera yang dialami sang rival saat pertarungan berlangsung.
"Seandainya cedera itu tidak terjadi, saya tetap akan menghajarnya habis-habisan hari itu. Saya di sini bukan untuk mendengarkan cerita Anda, saya di sini untuk bertarung," tegas Van dengan nada provokatif seperti dikutip dari MMA Fighting.
"Hei bocah, kalau ada orang yang sedang bicara, tutup mulutmu! Kamu mengerti?" gertak Pantoja dengan nada tinggi sebelum akhirnya bangkit dari kursi dan berjalan melintasi panggung menghampiri Van.
Pernyataan tajam itu langsung membakar emosi Pantoja. Petarung veteran asal Brasil tersebut memperingatkan sang juara baru agar menjaga ucapannya dan tidak asal bicara. Suasana kian mencekam ketika Pantoja tiba-tiba bangkit dari kursinya dan berjalan menerobos panggung menghampiri Van, yang memaksa petugas keamanan bergerak cepat menahan pergerakannya.
Bukannya mereda, Van justru semakin gencar melontarkan olokan. Ia meminta Pantoja untuk kembali duduk sambil menyindirnya secara terbuka. Pantoja yang tertahan petugas akhirnya memberikan peringatan terakhir bahwa di dalam oktagon nanti, Van tidak akan bisa lari dari ancamannya.
Pertikaian terbuka di Los Angeles ini mempertegas bahwa bentrokan kelas terbang pada pertengahan September mendatang bukan lagi sekadar laga perebutan takhta. Duel ini telah bergeser menjadi ajang penyelesaian dendam pribadi antara dominasi baru Joshua Van dan ambisi Pantoja untuk merebut kembali kebanggaannya. (*)
Editor : Indra ZakariaSumber : prokal.co