Terlalu Sopan, Dana White Sebut Ian Garry Buang Peluang Emas Tumbangkan Islam Makhachev

Indra Zakaria • Dipublikasikan Minggu, 16 Agustus 2026 | 18:47 WIB
Islam dan Ian Garry
Islam dan Ian Garry

PROKAL.CO- Impian Ian Machado Garry untuk merebut sabuk juara kelas welter di UFC 330 harus sirnah usai kalah angka mutlak dari Islam Makhachev. Pertarungan sengit lima ronde di Philadelphia tersebut mencatatkan sejarah baru bagi Makhachev yang sukses mempertahankan gelarnya sekaligus mengukir rekor 17 kemenangan beruntun di UFC. Meski demikian, hasil akhir pertarungan ini menyisakan kekecewaan mendalam bagi Bos UFC, Dana White, yang menilai Garry membuang peluang emas di ronde pamungkas.

Dalam sesi konferensi pers pasca-pertarungan, Dana White secara gamblang mengkritik sikap Garry yang dinilainya terlalu ramah dan kehilangan naluri membunuh di momen krusial.

"Jujur saja, saya merasa malam ini sebenarnya disiapkan untuk sebuah kejutan besar," kata Dana White kepada para wartawan di belakang panggung. "Ian Garry adalah petarung berbakat, besar, tinggi, dan punya pertahanan takedown yang luar biasa malam ini. Namun, jika saja dia punya satu ons saja naluri membunuh di ronde kelima—saat tubuh dan wajah Islam sudah babak belur—dia tidak seharusnya keluar, memeluk, dan menjabat tangan lawan. Hal semacam itu membuat saya sangat marah ketika ada begitu banyak hal besar yang dipertaruhkan."

White menekankan bahwa saat menghadapi petarung berstatus calon Greatest of All Time (GOAT) seperti Makhachev, pendekatan mental di ronde kelima harus jauh lebih agresif.

Islam dan Ian
Islam dan Ian

"Jika dia keluar dari sudutnya di ronde kelima bagaikan banteng ngamuk, kita mungkin sedang membicarakan hasil yang berbeda sekarang," ujar White menegaskan. "Ian memang pria yang sangat sopan dan selalu menunjukkan kelasnya. Tapi ketika bel berbunyi, Anda harus mematikan semua sifat itu. Anda tidak datang untuk menjabat tangan lawan sebelum ronde kelima, Anda datang untuk menghancurkannya. Ian akan melihat kembali pertarungan ini dan berkata, 'Sial, aku berharap bisa mengulangnya lagi.'"

Nada keheranan atas sikap ramah Garry di dalam oktagon ternyata juga dirasakan oleh sang juara bertahan, Islam Makhachev. Petarung asal Dagestan tersebut menilai keramahan Garry di tengah laga terasa janggal karena pertarungan MMA adalah sebuah peperangan.

"Jujur, saya tidak mengerti," ujar Makhachev usai laga. "Ini adalah pertarungan, bukan sesuatu di mana kita harus saling berpelukan setiap ronde. Kita sedang bertempur untuk merusak wajah dan mata lawan. Saya menghormati semua lawan saya, tapi Ian menghormati saya terlalu berlebihan. Dia pria yang sangat baik, tapi lihat wajah saya. Ini adalah perang, bukan tempat untuk bermain-main."

Meski mengakui bahwa duel melawan Garry menjadi salah satu ujian terberat dalam kariernya—meski masih di bawah laga sengitnya melawan Alexander Volkanovski—Makhachev kini makin kokoh di puncak. Dana White pun mengakui bahwa pencapaian rekor 17 kemenangan beruntun milik Makhachev adalah prestasi luar biasa yang mungkin tidak akan pernah terbalaskan selama hidupnya. (*)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
Islam Makhachev ian garry