FORT LAUDERDALE — Dunia seni bela diri campuran (MMA) kembali dihebohkan oleh perseteruan sengit di luar oktagon. Petarung asal Chechnya, Baisangur Susurkaev, memberikan klarifikasi terbuka sekaligus tantangan keras usai namanya terseret dalam insiden penggerebekan kamar hotel petarung Namo Fazil.
Insiden penamparan tersebut memicu gelombang kecaman di media sosial, terutama dari kalangan yang mengkritik tindakannya serta mengaitkannya dengan nilai-nilai agama dan suku Kurdistan. Menanggapi banjir hujatan dan pesan teror yang menyerang keluarganya, Susurkaev—yang saat ini menetap dan berlatih di Florida, Amerika Serikat—akhirnya angkat bicara dengan nada tinggi.
Bela Kehormatan Keluarga dan Anggap Kelakuan Namo Sudah Melampaui Batas
Susurkaev menegaskan bahwa aksinya bukan didasari oleh kebencian terhadap etnis tertentu, melainkan bentuk respons atas penghinaan terhadap kehormatan keluarganya. "Izinkan saya katakan ini juga tentang Kurdistan: Demi Allah, saya tidak punya masalah dengan kalian. Tapi ketika seseorang keluar dan mengucapkan kata-kata buruk tentang keluarga kalian, kehormatan kalian, apa yang kalian lakukan? Apa kalian hanya duduk diam dan berkata ‘Dia Muslim’ lalu bungkam?" ujar Susurkaev.
Ia menolak gagasan untuk tinggal diam saat keluarganya dilecehkan dari belakang. "Saya bukan orang seperti itu. Saya tidak akan duduk diam mendengarkan ketika seseorang menggunting dari belakang, menghina keluarga kalian. Saya Muslim yang berbeda. Jika pemahaman kalian tentang Islam seperti itu, maka saya berbeda. Tidak ada yang boleh mengucapkan kata-kata buruk tentang saya, keluarga saya, bangsa saya. Tidak ada yang boleh!" tegasnya.
Petarung berjuluk The Hunter ini juga menyentil netizen yang membela Namo Fazil dan mengaitkannya dengan tokoh sejarah Islam. "Jika kalian bangkit dan menyebut orang yang kalian sebut ‘putri’ itu sebagai ‘Muslim Sejati’, ‘Cucu Selahaddin Eyyubi’, berarti kalian tidak mengerti apa-apa. Kalian tidak tahu siapa Selahaddin Eyyubi, untuk apa dia berperang, untuk apa dia berjuang," cetusnya.
"Kepada siapa pun yang mengucapkan kata-kata buruk tentang orang Kurdistan, keluarga saya, saya, yang mengirim pesan menghina istri dan anak perempuan saya: Saya tidak mengerti. Kalian mengaku Muslim, tapi kalian tahu betul apa saja kejahatan yang dilakukan putri kalian itu (Namo) dulu," tambah Susurkaev.
Tantang Netizen dan Pengkritik Bertemu Langsung di Florida
Tak hanya memberikan penjelasan, Susurkaev juga melayangkan tantangan terbuka bagi para pihak yang kerap menginstigasinya lewat akun-akun palsu di media sosial.
"Tuan-tuan, saya di Florida. Saat ini saya di Fort Lauderdale. Jika kalian punya nyali, datanglah ke sini. Kirim pesan ke saya dari akun resmi kalian sendiri. Jangan bersembunyi di balik akun palsu, akun bodong untuk mengirim pesan," tutur petarung yang berkompetisi di kelas menengah (Middleweight) tersebut. Ia meminta siapapun yang ingin berseteru dengannya untuk menunjukkan keberanian secara langsung.
"Saya di sini. Datanglah, mari kita bertemu langsung, lakukan apa pun yang kalian bisa. Katakan di mana kalian berada, kirim lokasi saja sudah cukup. Membuat akun palsu dan mengirim pesan ‘Saya di Florida, ayo bertemu’ memang mudah. Pasti terasa sangat aman bagi kalian. Jika kalian lelaki sejati, jika kalian benar-benar punya nyali, datanglah. Saya di Florida. Kirim foto kalian dan lokasi kalian, saya yang akan datang ke tempat kalian," pungkasnya.
Hingga saat ini, perselisihan antara kubu petarung Chechnya dan Namo Fazil masih menjadi sorotan hangat di kalangan penggemar MMA. Pihak otoritas terkait maupun promosi tempat mereka bernaung diperkirakan akan memantau perkembangan situasi ini guna mencegah terjadinya eskalasi fisik di luar area pertandingan. (*)
Editor : Indra ZakariaSumber : prokal.co