Fans Filipina Bising di US Open: Alexandra Eala"Tak Pernah Membosankan!"

Redaksi Prokal • Dipublikasikan Kamis, 3 September 2026 | 09:58 WIB
Alexandra Eala
Alexandra Eala

NEW YORK — Atmosfer bising dan penuh gairah kembali menyelimuti lapangan tenis US Open 2026. Bintang muda asal Filipina, Alexandra Eala, kembali menjadi sorotan tidak hanya karena performa gemilangnya di lapangan, tetapi juga berkat riuh dukungan dari para penggemarnya yang luar biasa riuh.

Pada pertandingan babak pertama yang digelar Selasa (1/9/2026) di Louis Armstrong Stadium, New York, Eala sukses mengandaskan wakil tuan rumah, Mary Stoiana, dengan skor telak 6-1, 6-2. Namun, di luar kemenangan mudah tersebut, kehebohan penonton di tribun sempat mencuri perhatian. Riuh dukungan fans Eala bahkan sudah terasa sejak awal laga. Pada game keempat set pertama, sebuah reli panjang yang dimenangkan Eala lewat pukulan passing shot memicu sorak-sorai penonton hingga bergemuruh. Saking bisingnya, wasit kursi Marijana Veljovic sampai harus mengintervensi atmosfer stadion.

"Tolong, demi menghormati kedua pemain, jaga ketenangan suara Anda," tegur Veljovic kepada para penonton.  Kehadiran Eala sebagai tenis tunggal putri papan atas dunia — sekaligus petenis unggulan ke-17 di US Open kali ini — memang membawa warna baru dalam tradisi tenis dunia. Sebagai atlet tenis paling menonjol sepanjang sejarah Filipina, Eala selalu menyedot perhatian komunitas diaspora Filipina di mana pun ia berlaga.

Banyak dari penonton tersebut merupakan penggemar baru di olahraga tenis, sehingga terkadang belum terbiasa dengan etika kapan harus diam dan kapan boleh bersorak. Efeknya, atmosfer pertandingan Eala sering kali terasa seperti laga kandang di sepak bola — sesuatu yang sempat dikeluhkan petenis papan atas AS, Jessica Pegula, saat dikalahkan Eala di Washington D.C. beberapa waktu lalu.

Eala: Dukungan Fans Tak Pernah Membosankan

Menanggapi keriuhan penggemarnya yang terus mengibarkan bendera Filipina di setiap poin, petenis berusia 21 tahun itu mengaku sudah makin terbiasa mengelola fokus di tengah lapangan.

"Saya pikir sekarang saya sudah sering mengalaminya. Dalam hal profesionalisme dan memilah fokus, saya menemukan ritme yang lebih baik," ujar Eala usai pertandingan. "Tapi ini tidak pernah terasa membosankan. Mereka (fans Filipina) selalu berhasil mengejutkan saya."  Popularitas Eala kini bahkan disandingkan dengan legenda tinju dunia asal Filipina, Manny Pacquiao. Dengan dukungan jutaan masyarakat di tanah airnya serta ratusan ribu warga keturunan Filipina di kawasan New York, setiap laga Eala selalu menjadi komoditas panas.

Bahkan saat penyelenggara US Open mengumumkan Eala bermain di sesi malam Louis Armstrong Court, harga tiket di pasar sekunder langsung melonjak hingga mencapai sekitar USD 400 (sekitar Rp6,5 juta).  Bermain di salah satu stadion utama dengan atap tertutup membuat gema suara penonton terasa jauh lebih membahana. Namun, Eala menilai hal tersebut sebagai bahan bakar motivasi tambahan.

"Ini pertama kalinya saya bermain di salah satu stadion utama di sini dan suaranya sangat keras, apalagi saat atapnya tertutup. Itu menambah megahnya atmosfer," kata Eala. "Datang sebagai pemain unggulan memberi getaran berbeda — sedikit lebih percaya diri dan ekspektasi lebih, tapi saya merasa bisa mengelolanya dengan baik."

Langkah Eala di US Open diprediksi akan makin mendapat ujian berat. Jika terus melaju hingga babak keempat, ia berpotensi berhadapan dengan bintang tuan rumah, Coco Gauff. Pertemuan tersebut digadang-gadang akan menjadi duel atmosfer paling panas di US Open tahun ini. (*)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
alexandra eala