PARIS — Petarung asal Inggris, Michael ‘Venom’ Page (MVP), bersiap melakoni pertarungan krusial melawan Nursulton Ruziboev dalam featured bout UFC Paris di Accor Arena. Laga ini menjadi penampilan terakhir dalam kontraknya bersama UFC, sekaligus ajang pembuktian usai perjalanannya di promosi tersebut dinilai belum memenuhi ekspektasi.
Petarung berusia 39 tahun itu mengakui adanya dinamika yang kurang sejalan antara dirinya dan pihak manajemen UFC belakangan ini. Kendati demikian, ia menegaskan semangat bertarungnya masih membara.
“Masih banyak yang ingin aku capai. Aku sangat bersemangat berada di olahraga ini, tapi aku juga merasa belum memberikan apa yang ingin aku berikan. Kami tampak tidak lagi sejalan seperti yang aku bayangkan sebelumnya. Mungkin di awal aku merasa sejalan, tapi ada sesuatu yang berubah. Apapun itu, tujuannya tetap keluar ke sana dan menendang wajah lawan,” ujar Page di UFC Paris Media Day.
Karier MVP di UFC terbilang unik. Usai direkrut pada 2023 dan menang atas Kevin Holland, ia sempat menelan kekalahan dari Ian Machado Garry. Page kemudian naik ke kelas middleweight dan meraih kemenangan atas Shara Bullet serta Jared Cannonier, sebelum akhirnya kembali turun ke kelas welterweight. Kini, ia kembali dihadapkan dengan petarung non-peringkat.
Sadar akan posisinya, Page tak ingin ambil pusing dengan rencana jangka panjang UFC. Ia fokus memberikan aksi memukau demi mengembalikan nama besarnya di mata para penggemar dan manajemen.
“Semua orang selalu mengingat penampilan terakhir, jadi pertarungan ini sangat kunci bagiku. Secara personal, ini saatnya mengingatkan UFC alasan mengapa mereka membawaku ke organisasi ini. Aku juga ingin mengingatkan dunia dan para penggemar, 'Oh ya, MVP bisa melakukan ini!' serta membuat mereka antusias melihatku bertarung lagi,” tegas Page.
Bagi Page, pertarungan kali ini adalah pijakan awal untuk membuka kembali ruang diskusi bersama UFC terkait arah kariernya ke depan.
“Pertarungan ini penting untuk merebut kembali posisiku di UFC. Setelah ini, aku ingin duduk bersama mereka dan bertanya, 'Bisakah kalian memberi gambaran apa yang kalian harapkan dariku? Arah mana yang terbaik untukku? Apa yang kalian butuhkan dariku?' Lalu kami mulai bekerja. Aku lebih suka punya target yang jelas, jadi aku tahu apa yang harus aku serang,” pungkasnya. (*)
Editor : Indra ZakariaSumber : prokal.co