NEW YORK — Momen panas terjadi di ruang konferensi pers US Open usai petenis nomor satu dunia, Aryna Sabalenka, mengandaskan Polina Latcenko dua set langsung 6-1, 6-1 pada Rabu (2/9). Bukannya fokus membahas kemenangannya yang dominan, Sabalenka justru terlibat adu mulut sengit dengan seorang wartawan yang mempertanyakan profesionalismenya.
Insiden berawal ketika seorang jurnalis menanyakan perubahan suasana hatinya saat turnamen dimulai, sembari mengungkit agenda sang petenis di luar lapangan pada pekan sebelumnya.
"Bagaimana kamu merasakan suasana hatimu sekarang setelah turnamen dimulai? Jelas pekan lalu ada banyak pesta, kesenangan, dan hal-hal seperti itu," tanya wartawan tersebut.
Mendengar pertanyaan itu, Sabalenka langsung merespons dengan nada tinggi dan tidak menyembunyikan kekesalannya.
"Kalian ini bercanda ya. Pesta. Kesenangan. Kenapa kamu sampai mengatakan hal itu? Kenapa kamu bisa berpikir seperti itu? Pertanyaan macam apa itu? Hanya karena aku mengunggah beberapa aktivitas bersama brand, kamu pikir aku pergi berpesta?" semprot Sabalenka.
Wartawan tersebut buru-buru mengklarifikasi bahwa ia tidak bermaksud menuduhnya berpesta gila-gilaan, melainkan merujuk pada padatnya jadwal acara komersial yang dihadiri Sabalenka sebelum turnamen resmi dimulai. Setelah perdebatan kecil, jurnalis tersebut mencoba mengubah frasa pertanyaannya. "Sekarang setelah turnamen dimulai, apakah kamu merasa menjadi sangat serius dan siap bertarung?" tanyanya.
Jawaban sinis kembali dilontarkan oleh petenis asal Belarusia tersebut sebelum menyudahi sesi. "Oh ya, aku memang tidak serius sebelum ini. Pertanyaan berikutnya. Berpikirlah sebelum kamu bicara," tegas Sabalenka memotong pembicaraan.
Kejadian ini memperlihatkan ketatnya fokus Sabalenka dalam mempertahankan posisinya di puncak tenis dunia. Bagi atlet kelas atas, narasi yang mengesankan bahwa mereka mengabaikan persiapan demi hiburan adalah hal yang sangat sensitif dan berpotensi memicu emosi. (*)
Editor : Indra ZakariaSumber : prokal.co