Keajaiban Medis di Atas Lintas Balap: Lengan Marc Marquez Diungkap Dokter Tak Pernah Normal Lagi

Redaksi Prokal • Dipublikasikan Senin, 7 September 2026 | 13:00 WIB
Marc Marquez.
Marc Marquez.

PROKAL.CO- Dibalik performa gila dan dominasi luar biasa Marc Marquez di atas lintasan MotoGP, tersimpan kenyataan medis yang bikin bulu kuduk berdiri. Lengan kanan sang juara dunia ternyata tak akan pernah bisa kembali normal seperti sedia kala usai diterjang rangkaian tujuh kali operasi besar.

Fakta mengejutkan ini diungkap langsung oleh dr. Samuel Antuna, salah satu ahli bedah yang menangani operasi lengan dan bahu kanan The Baby Alien. Menurutnya, secara medis sangat sulit dipercaya bagaimana seorang atlet dengan kondisi fisik sekritis itu masih mampu membalap, bahkan menjuarai seri Grand Prix di level tertinggi.

Badai cedera berat yang dialami pembalap Ducati itu bermula sejak insiden horor pada 2020 silam. Marquez harus kehilangan banyak musim, dihantam penderitaan panjang, hingga sempat diambang pensiun dini. Meski berhasil bangkit secara ajaib dan merengkuh gelar juara dunia 2025, perjuangan fisiknya belum sepenuhnya usai.

Masuk musim 2026, Marquez kembali harus naik meja operasi akibat saraf radialnya tertekan material logam dari bekas pembedahan terdahulu. dr. Antuna menegaskan, struktur lengan Marquez kini sudah jauh berbeda dibanding manusia normal.

“Jika Marquez adalah atlet dari cabang olahraga lain, keterbatasan fisik ekstrem yang dialaminya ini sangat mungkin sudah mengakhiri karier profesionalnya lebih awal,” ungkap dr. Antuna.

Otot Bahu Mengalami Atrofi Permanen

Perubahan drastis tubuh sang pembalap sebenarnya tampak jelas dalam unggahan media sosial pribadinya. Lengan dan bahu kanan pembalap asal Spanyol itu terlihat menyusut ketara dibanding sisi kirinya.

dr. Antuna menjelaskan bahwa kondisi ini bukan sekadar kehilangan massa otot biasa, melainkan dampak manipulasi bedah berulang kali—di mana otot harus dipotong, dilepas, lalu ditempatkan kembali. Proses traumatik tersebut memicu atrofi (penyusutan) otot secara permanen sehingga kinerjanya tak lagi optimal.

Dampaknya sangat riil di lintasan. Daya tekan dan kekuatan bisep kanan Marquez jauh lebih lemah dibanding lengan kirinya. Keterbatasan fisik inilah yang membuatnya kerap kewalahan saat melibas tikungan ke kanan. Bahkan pada gelaran MotoGP Inggris di Silverstone lalu, Marquez blak-blakan mengaku tak bisa mengontrol penuh lengan kanannya.

Bertarung Melawan Keterbatasan Tubuh Demi Gelar Ke-10
Kendati ototnya menyusut dan tenaganya terbatas, insting bertarung Marquez seolah tak tersentuh. Hanya berselang sebentar dari keluhan di Silverstone, ia langsung bangkit dan mendominasi seri Aragon 2026 dengan menyapu bersih kemenangan di sesi Sprint maupun Main Race.

Fenomena inilah yang membuat dr. Samuel Antuna tak habis pikir. Adaptasi Marquez terhadap cedera fisiknya dinilai melampaui logika medis biasa. Marquez harus merombak total gaya balapnya, melatih sisa-sisa kekuatan otot yang ada, dan pintar menghemat energi sepanjang akhir pekan balapan.

Kini, dengan riwayat tujuh operasi di bahu dan lengan kanan, perjuangan pembalap Ducati ini tak lagi sekadar adu kencang melawan para rival di trek. Marquez tengah bertarung menembus batas kemampuan tubuhnya sendiri demi mengunci mahkota juara dunia yang ke-10. (*)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
marc marquez